Zaidul Akbar Bagikan Alasan Sulit Sembuh dari Sakit: Perbaiki Hati

Zaidul Akbar
Zaidul Akbar
Sumber :
  • Tangkapan layar

VIVA Lifestyle – Zaidul Akbar yang merupakan seorang dokter sekaligus pendakwah Islam serta praktisi pengobatan sunnah di Indonesia membagikan alasan mengapa manusia sulit mengobati tubuh yang sakit

Menurutnya, tubuh yang sedang sakit akan sulit untuk diobati jika hati kita sendiri belum diperbaiki. Lantas, bagaimana mengobati atau memperbaiki hati? Zaidul Akbar menjelaskan bahwa lisan, adab dan sikap adalah cerminan dari hati sehingga akan saling berkaitan. 

dokter Zaidul Akbar.

dokter Zaidul Akbar.

Photo :
  • YouTube dokter Zaidul Akbar

“Mudahnya gini, lisan, adab dan sikap adalah cerminan hati, jika hati bermasalah maka ketiga hal tadi pasti ada masalah juga,” tulis Zaidul Akbar dalam unggahan di akun Instagramnya @zaidulakbar yang dikutip VIVA pada Kamis, 22 September 2022. 

Praktisi pengobatan sunnah di Indonesia tersebut memberikan contoh orang yang sakitnya sudah lama akibat ulah sendiri. 

“Berobatlah ke sana kemari, belum sembuh, lalu ketemulah orang yang bisa dia tanyakan, pertanyaannya gini “ini saya sakit ini, begini begini, dan saya sudah konsumsi akar ini, rimpang ini, tapi kok belum sembuh ya, dan sdh minum herbal ini bbrp hr tp belum ada perubahan,” terangnya memberi contoh. 

Ilustrasi sakit kepala.

Ilustrasi sakit kepala.

Photo :
  • U-Report

Sepanjang hatinya belum diperbaiki dengan benar, maka akan sulit mengobati tubuh. Jadi, masalahnya ada pada orang yang sudah sakit lama karena ulahnya sendiri tapi saat berobat ingin cepat-cepat sembuh. 

“Masalahnya di situ, ga ikhlas dengan sakit dan ga sabar dengan sakit dan pengobatan yang dilakukan karena toh pada akhirnya mau teori dan pengobatan apapun yang memutuskan sembuh adalah Allah kan..?” tulisnya lagi.  

Dijelaskan oleh Zaidul Akbar bahwasanya yang Allah inginkan dari sebuah proses penyembuhan sakit adalah kita sebagai manusia harus dapat membenahi dan memperbaiki hati dengan sabar dan ikhlas. 

Untuk memperbaiki hati, bisa juga dengan melakukan terapi dermawan atau jika sakit hati berupa curiga dapat diterapi dengan baik sangka dan menyerahkan semua urusan kepada Allah. Atau juga sakit hati berupa dendam dapat dikembalikan kepada Allah dengan dimaafkan, diikhlaskan dan tidak menyimpannya. 

“Lagian Gada gunanya dan malah jd bom waktu yg akan meledak di tubuh suatu saat nanti,” jelas Zaidul Akbar. 

Jadi, pengobatan diri akan optimal dan bahkan penyembuhan bisa lebih cepat apabila seseorang dapat melepaskan, mengikhlaskan dan bersabar serta meminta kepada Allah agar mengisi kekosongan hati.