Netizen Mulai Ragukan Bayi Rauf Tertukar

Ilustrasi bayi
Sumber :
  • Pixabay/ Marjon Besteman

Jakarta, VIVA – Polres Metro Jakarta Pusat bersama tim gabungan di TPU Semper Cilincing Jakarta Utara, mulai melakukan ekshumasi terhadap jasad bayi yang tertukar di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih.

img_title Tak Sanggup Biayai, Ibu Kandung dan Ayah Tiri Tega Habisi Bayi 20 Bulan di Toilet Umum Pasar Kebayoran Lama

Tim gabungan terdiri atas Instalasi Kedokteran Forensik RS Bhayangkara dan Pusdokkes Polri mulai membongkar makam bayi tersebut pada pukul 09.00 WIB dengan disaksikan orangtua, pihak RSI Cempaka Putih serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Scroll untuk info selengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Proses ekshumanisasi atau pembongkaran makam dilakukan untuk keperluan pemeriksaan DNA, dengan mengambil tulang scapula dan tulang femur dari jenazah bayi. 

img_title Bayi Alena Meninggal Usai Diduga Diberi Telur Mentah, Emil Dardak Ungkap Penyebab yang Diketahui Sejauh Ini

Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo Condro, dalam keterangannya menyampaikan tes DNA akan dilakukan oleh tim forensic RS Polri. Hasil pemeriksaan diperkirakan akan keluar dalam waktu dua minggu.

“Tentunya kami dasarnya dari keterangan dari orangtua ya dari bapaknya yang waktu itu sempat viral di medsos ada perbedaan adanya kelainan pada bayinya. Itukan secara fisik yang dilihat, hari ini kami ingin memastikan secara DNA bahwa bayi tersebut bahwa orangtuanya adalah benar,” jelas Susatyo dalam keterangannya, dikutip Jumat 20 Desember 2024. 

img_title Maia Estianty Bahas Rezeki, Kerja Keras dan Sedekah Malah Kena Semprot Netizen, Dianggap Tidak Peka!

Ilustrasi bayi.

Photo :
  • Pexels

Polemik bayi tertukar pertama kali bergulir di sosial media saat akun @Rauf97_ memposting sebuah video pada tanggal 1 Desember 2024 yang menceritakan bayinya yang lahir melalui operasi Caesar di RSIJ Cempaka Putih tertukar. Bayi tersebut lahir dalam kondisi penyakit jantung bawaan dan memerlukan perawatan intensif di ruang NICU. Satu hari kemudian, Rauf mendapat kabar sang bayi meninggal dunia.  

Selang satu hati, Rauf menggali makam sang anak dan merasa ukuran jenazah anaknya lebih besar dari pada saat bayi pada saat dilahirkan. Atas dasar perbedaan fisik itulah, ia meyakini bayi yang meninggal tersebut bukanlah bayi yang dilahirkan istrinya.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video yang sama, Rauf juga menyoroti bahwa ia tidak berkesempatan melihat sang anak saat dalam perawatan di NICU. Hal inilah yang menimbulkan kecurigaan bagi Rauf dan keluarga.  

Dikutip dari laman Alodokter, diketahui bahwa Ruang NICU adalah area steril yang tidak boleh dimasuki sembarang orang, tak terkecuali orangtua dari bayi yang dirawat. Tiap rumah sakit memiliki kebijakan yang berbeda dalam membatasi jumlah pengunjung dan jam kunjungan ke ruang NICU. Aturan ini diberlakukan agar risiko paparan infeksi ke bayi dapat diminimalkan dan bayi tidak terganggu dengan suara bising.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut