Soal Grup FB Fantasi Sedarah, Inses Bentuk Penyimpangan Seksual dan Cermin Rusaknya Nilai Sosial

Ilustrasi seks.
Sumber :
  • Bigthink

Jakarta, VIVA – Inses, atau hubungan seksual antara anggota keluarga sedarah, telah lama dianggap sebagai penyimpangan seksual yang melanggar norma-norma moral, hukum, sosial dan juga agama. 

img_title Pengakuan Tak Terduga Pengacara Soal Dugaan Penyimpangan Seksual AKBP Didik Dibalas Jawaban Nyelekit Mabes Polri

Secara universal, sebagian besar masyarakat di dunia mengutuk praktik ini karena konsekuensi biologis, psikologis, dan sosial yang ditimbulkan. Mirisnya, baru-baru ini muncul fenomena mengkhawatirkan terbongkarnya grup Facebook "Fantasi Sedarah" yang terang-terangan menyebarkan konten berbau inses. Scroll untuk info selengkapnya!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sudut pandang etika moral, inses bukan sekadar pelanggaran norma sosial, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap ikatan keluarga yang seharusnya dilandasi oleh rasa hormat, kasih sayang, dan perlindungan. 

img_title Terkuak, Peran 6 Tersangka Grup FB Fantasi Sedarah

Ilustrasi hubungan inses

Photo :
  • Freepik/ijab

Hubungan antara orangtua dan anak, saudara kandung, atau kerabat dekat lainnya memiliki dimensi tanggung jawab dan kepercayaan. Ketika batas ini dilanggar, yang muncul bukan hanya trauma psikologis, tetapi juga kerusakan tatanan nilai yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat.

img_title Temuan Mengejutkan Polisi saat Selidiki Grup FB Fantasi Sedarah

Dalam filsafat etika, khususnya etika deontologis yang dipelopori oleh Immanuel Kant, tindakan dianggap bermoral jika sesuai dengan kewajiban moral dan menghormati martabat manusia. 

Inses, yang pada banyak kasus melibatkan relasi kuasa dan manipulasi, jelas bertentangan dengan prinsip tersebut. Bahkan dalam etika utilitarian yang menilai moralitas berdasarkan hasil dan manfaat, inses tetap dianggap salah karena lebih banyak menimbulkan penderitaan dibanding kebahagiaan.

Dari aspek biologis, hubungan inses juga meningkatkan risiko kelainan genetik pada keturunan. Ini menjadi alasan tambahan mengapa secara historis banyak masyarakat membuat larangan tegas terhadap inses—bukan hanya sebagai norma budaya, tapi juga langkah preventif terhadap bahaya kesehatan yang nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena seperti grup "Fantasi Sedarah" seharusnya menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa kebebasan di ruang digital tidak boleh menjadi dalih untuk melegalkan penyimpangan moral. Pemerintah, platform media sosial, dan masyarakat harus bekerja sama dalam memberantas konten menyimpang ini, dengan mengedepankan literasi digital dan pendidikan moral sejak dini.

Anggota Pansus 14 DPRD Kota Bandung Yoel Yosafat

DPRD Bandung Godok Raperda Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko, Pastikan Tetap Humanis

DPRD Bandung menggodok Raperda pencegahan perilaku seksual berisiko. Regulasi ditegaskan tetap berfokus pada kesehatan masyarakat tanpa mengarah pada diskriminasi.

img_title
VIVA.co.id
9 Maret 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut