Terapi Ampuh untuk Atasi Disfungsi Ereksi
DE disebabkan oleh terganggunya peredaran darah pada pembuluh darah besar di kiri dan kanan batang penis. Selain itu, ada beberapa penyakit yang juga menjadi pemicu seperti diabetes dan kolesterol tinggi. Biasanya penderita penyakit tersebut mengalami kerusakan pada pembuluh darah, sehingga tidak bisa terisi darah secara maksimal.
Untuk menangani permasalahan itu, Dr Wisnu akan mengutamakan penyembuhan penyakit terlebih dulu. Jika sudah tertangani, maka diberikan pengobatan DE dengan medikamentosa. Akan tetapi jika sudah diberi obat-obatan, ternyata tidak perubahan maka tindakan terakhir adalah menggunakan LSWT.
Cara kerja LSWT yakni dengan memberikan 300 kali tembakan dengan gelombang kejut di empat tempat masing-masing di kiri dan kanan batang penis serta di kiri kanan bawah buah zakar. “Tidak terasa sakit cuma celekit-celekit dikit. Therapy ini memakan waktu satu jam,” jelas Dr Wisnu.
Dengan tembakan gelombang kejut diharapkan lapisan dinding pembuluh darah yang rusak bisa mengelupas, kemudian dirangsang untuk membentuk sel baru sehingga kualitas pembuluh darah bisa kembali normal.
Kualitas pembuluh darah di penis itu sendiri, lanjut Dr Wisnu, bukan sekadar untuk mengeraskan atau mengencangkan penis saja, tetapi sekaligus untuk menjaga agar durasi hubungan intim bisa kembali normal. “Kalau kualitas pembuluh darah normal, maka darah beserta katupnya bisa menjaga agar durasi ereksi cukup lama,” imbuhnya.
Terapi LSWT dilakukan empat kali dengan jeda satu minggu, “Kalau dua kali belum ada terasa manfaatnya, tetapi begitu ketiga dan keempat biasanya pasien sudah merasakan ada perubahan,” jelas Wisnu, jika sudah membaik maka tidak diperlukan obat-obatan kecuali ada hal-hal tertentu.
Namun Wisnu menjelaskan kepada pasien lanjut usia jangan berharap setelah terapi LSWT kemampuan seksualnya bisa kembali seperti ketika masih usia 20 tahun, “Tentu tidak bisa, kita harus jelaskan terus terang. Usia seseorang akan berpengaruh terhadap organ-organnya yang lainnya, yang penting tetap bisa melakukan kegiatan seksual secara aktif dan membuat kualitas hidupnya lebih baik dengan tidak bergantung konsumsi obat terus menerus, itu yang diharapkan" kata Wisnu yang tingkat keberhasilan LSWT ini mencapai 70-80 persen.