Kenali Program Deteksi Dini Penyakit yang Ditanggung BPJS

Seorang petugas perlihatkan contoh kartu BPJS Kesehatan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Agus Bebeng

VIVA – Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) membagi program deteksi dini penyakit menjadi dua jenis yakni pelayanan kesehatan masyarakat dan JKN melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah meminimalisir besarnya beban biaya jika penyakit sudah terlanjur di tahap kronis.

img_title BPJS Kesehatan dan DJSN Pastikan Perlindungan JKN bagi Pekerja di PT IWIP

"Contoh deteksi dini pada kanker yang ditanggung oleh JKN. Penanganan kasusnya sedini mungkin agar beban biayanya bisa ditekan. Kalau terdeteksinya di stadium akhir, biaya yang dikeluarkan pastinya semakin mahal kan," ujar anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Asih Eka Putri, dalam Forum Diskusi CHAPTERS, di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu 7 Februari 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Penyakit-penyakit kronis juga memiliki program deteksi dini seperti deteksi pada jantung. Ini dilakukan sebelum mencapai tahap yang lebih parah. Penanggulangan penyakit kronis sekiranya ada 8 yang ditanggung BPJS," tuturnya.

img_title BPJS Kesehatan Dorong Pemanfaatan Ekosistem OSS Perkuat Kepatuhan Badan Usaha

Fitur mobile screening tersedia pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile yang diunduh dari Google Playstore untuk pengguna ponsel berbasis android.

Asih melanjutkan, program deteksi dini tersebut dijamin sepanjang masih masuk ke dalam kebutuhan medis. Nantinya, dokter yang berperan utama dalam menentukan kebutuhan medis yang ada pada individu.

img_title Puan Soroti Kasus Nakes Cibir Pasien BPJS: Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Hilang Empati

"Dimulai dengan deteksi dini primer yang dilakukan oleh dokter umum, kemudian dia yang berwenang memberi rujukan lebih lanjut agar penyakitnya dideteksi oleh dokter spesialis. Mereka yang diduga idap penyakit tertentu, bisa mendapatkan dana BPJS untuk dilakukan deteksi dini," jelas Asih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini berbeda dengan konsep survey yang dilakukan oleh tim kesehatan masyarakat. Asih menuturkan, JKN tidak memiliki program untuk melakukan pencarian aktif terhadap mereka yang masih sehat untuk dilakukan deteksi dini.

"Kalau mereka yang sehat lalu diskrining seluruh tubuh untuk ditemukan penyakitnya, JKN memang tidak menanggungnya. Itu namanya pencarian aktif yang dilakukan oleh surveilens. JKN berperan ketika ada dugaan penyakit dan bisa ditindaklanjuti ke deteksi lanjutan."

BPJS Kesehatan memberikan penghargaan istimewa kepada 15 jurnalis

Inilah Pemenang Anugerah Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan 2026

Sebagai wujud penghargaan terhadap kontribusi jurnalis media massa dalam mengedukasi masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan...

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut