Benarkah Pecandu NAPZA Mudah Dikenali?

Ilustrasi obat/suplemen.
Sumber :
  • pixabay/pexels

VIVA – Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif atau disingkat dengan NAPZA dapat mengintai siapa saja. Bahkan, pecandu NAPZA menjadi semakin meluas hingga kalangan selebritis yang kini ramai diperbincangkan.

img_title Sabu 9 Kg hingga 10 Ribu Butir Ekstasi Diamankan dari Jaringan Narkoba Internasional

Tak hanya itu, NAPZA juga tidak lagi mengenal usia atau kelompok tertentu, sehingga dapat mengintai siapa saja. Berikut mitos dan fakta NAPZA yang dirangkum dari laman Drug Abuse.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1.  Mitos: pecandu dapat berhenti kapan saja

img_title Terungkap! Modus Sistem Tempel 29 Cartridge Narkoba Etomidate, Pelaku Dibekuk di Tangerang

Banyak yang mengira bahwa kecanduan NAPZA, tak melulu membuat tubuh menagih tanpa henti. Faktanya, tubuh yang sudah kecanduan, tak mudah untuk berhenti menggunakan NAPZA.

Menurut The National Institute on Drug Abuse (NIDA), pemakaian NAPZA memicu kondisi tubuh untuk meminta zat tersebut. Seberapa kerasnya Anda menolak, tubuh tetap sudah terstimulasi untuk meminta pemakaiannya tanpa henti.

img_title Pesan Narkoba Permen Ganja dari Inggris Lewat Website, Pria Asal Malang Diringkus Polisi

2. Mitos: pecandu mudah dikenali

Masyarakat biasanya sudah memiliki pola pikir tertentu terhadap perubahan fisik para pecandu yang biasanya mencakup pengangguran, pria, kaum minoritas, dan memiliki riwayat kriminal. Faktanya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan, pengguna heroin cenderung wanita, di kalangan pekerja, serta pada berbagai ras.

Pecandu NAPZA tidak bisa dikelompokkan sesuai gender, orientasi seks, ras, etnis, pekerjaan, atau pun kondisi ekonomi. Pecandu dapat hadir di berbagai kalangan di mana saja.

3. Mitos: tidak dapat kecanduan pada obat yang diresepkan

Asumsi masyarakat biasanya resep yang diberikan dokter akan aman dan tidak memicu candu. Sayangnya, ini hal yang salah. Banyak obat yang diresepkan dan berpotensi memicu kecanduan seperti opioid, benzodiazepin, obat tidur, barbiturat, serta ADHD. Sehingga, penggunaan yang tidak tepat, dapat memicu bahaya pada tubuh.

4. Mitos: rehabilitasi tidak akan bekerja dengan baik

Rehabilitasi merupakan perawatan yang sangat efektif untuk pecandu NAPZA. Rehab biasanya dilakukan selama 28 sampai 90 hari, tergantung dari kebutuhan pecandu. Saat rehab, pecandu akan diberikan dukungan mental dan fisik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

5. Mitos: relaps berarti kegagalan

Tubuh yang mengalami relaps merupakan bagian dari proses penyembuhan. Ini juga menandakan perawatan dari rehab berjalan dengan baik.

Ilustrasi ekstasi

Pria Bawa 30 Butir Ekstasi Diringkus di Tanjung Priok Jakut

Polsek Tanjung Priok, Jakarta Utara, berhasil menangkap seorang pria berinisial RH (32), yang diduga membawa pil ekstasi alias indeks untuk dikonsumsi dan diedarkan.

img_title
VIVA.co.id
19 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut