Model Dylan Sada, Dilecehkan dan Babak Belur oleh Pasangan

Model Dylan Sada akui mendapat kekerasan fisik dan verbal dari pasangannya.
Sumber :
  • instagram

VIVA – Model cantik, fotografer sekaligus musisi Dylan Sada baru saja mengunggah foto dirinya yang membuat merinding siapa pun yang melihat. Dylan yang kini bermukim di New York membuat pengakuan dalam laman instagram pribadinya.

img_title Bupati Nagekeo Klaim KDRT Berkurang Sejak Ada Program MBG

Kalau biasanya dia berpose cantik dan eksentrik, kali ini ia memperlihatkan wajah cantiknya yang terlihat memar dan berdarah. Dylan pun curhat, alasan ia menceritakan apa yang dialaminya agar tidak ada lagi wanita yang bernasip sama dengannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Sisi Gelap Piala Dunia: Studi Ungkap Kasus KDRT Naik hingga 38 Persen saat Tim Favorit Kalah

Dylan bercerita, kali pertama mengalami kekerasan dari pasangannya, ia berniat untuk pergi. Tapi, ia merasa takut dan tertekan sebab mendapat kekerasan secara verbal juga.

Ia harus berbohong ketika mendapat pekerjaan modeling, bahwa ia mengalami kecelakaan sehingga wajahnya terluka. Kemudian hal yang sama terulang lagi, pasangannya mendaratkan lutut serta siku di atas wajahnya. Saking kerasnya, membuat lidahnya terluka. Lalu rambut Dylan dijambak sangat keras hingga ia terjatuh ke lantai. Akibatnya ia harus menjalani CT Scan untuk memeriksa benjolan besar pada kepala.

img_title Anak Korban KDRT Ayah, Benarkah Berisiko Jadi Pelaku Kekerasan Saat Dewasa?

Ia menyebarkan pesan, bahwa kekerasan dalam rumah atau hubungan nyata adanya. Dan jika ada yang mengalaminya meski hanya kekerasan verbal, ia sarankan untuk cepat meninggalkan pasangannya. Dia merasa bodoh, berpikir kalau cinta bisa mengubah tingkah laku pasangannya. Tapi kini ia merasa tak mau lagi menyembunyikan rasa sakit, dan bersiap mencari bantuan.  

Waspada kekerasan verbal dalam hubungan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas nama cinta, wanita atau pria biasanya rela dan menerima perlakuan pasangannya. Kekerasan yang terjadi dalam sebuah hubungan sebenarnya tidak melulu berupa luka di fisik, luka secara psikologis juga sangat mungkin menimpa korban. Seperti yang dirasakan oleh Dylan, baginya kekerasan verbal lebih buruk daripada kekerasan fisik. Sebab luka fisik dapat sembuh, tapi tidak dengan luka hati.

Mereka yang berada dalam hubungan yang abusive akan merasa berjalan diatas cangkang telur atau lantai kaca setiap hari. Merasa ketakutan setiap saat. Salah satu bentuk kekerasan psikologis yang dilancarkan agar korban meragukan sendiri ingatan, cara berpikir serta kesehatan jiwa mereka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut