Tak Bisa Sembuh, Cara Ini Efektif Kendalikan Sakit Asma

Ilustrasi penderita asma.
Sumber :

VIVA – Penyakit asma semakin banyak terjadi pada anak-anak dibandingkan orang dewasa, khususnya di negara-negara berkembang. Meskipun asma tidak dapat disembuhkan, dokter spesialis pernapasan dari Farrer Park Hospital mengatakan penyakit tersebut dapat dikendalikan. Sekali terkendali, penderita penyakit asma dapat menjalani kehidupan yang sehat dan aktif.

img_title Balita di Samarinda Meninggal Usai Sesak Napas, Diduga Terkait Asap Karhutla

Penyakit asma memang cenderung muncul pada usia dini. Asma merupakan penyakit kronis pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh faktor keturunan maupun lingkungan. Organisasi kesehatan dunia World Health Organisation (WHO) menyatakan jumlah penderita penyakit asma di seluruh dunia mencapai sekitar 235 juta orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan Hari Asma Sedunia pada tahun ini jatuh pada tanggal 1 Mei 2018. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap penyakit ini di seluruh dunia.

img_title Merasa Sehat tapi Tiba-tiba Kena Serangan Jantung, Dokter Ungkap Penyebabnya

Infeksi saluran pernapasan.

Berkaitan dengan peringatan Hari Asma Sedunia, Dr Ng Choon Yong Alvin, dokter spesialis saluran pernapasan dari Farrer Park Hospital Singapura sepakat dengan penekanan terhadap pentingnya menciptakan kesadaran masyarakat terhadap penyakit asma.

img_title Dr. Tirta Bagikan Tips Cegah Sesak Napas akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

“Dengan semakin meningkatnya kesadaran terhadap asma, akan lebih banyak penderita dengan gejala-gejala penyakit tersebut datang untuk memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan yang efektif, sehingga akan membantu mereka menjalani  kehidupan yang sehat," kata Dr. Alvin Ng.

Dr. Alvin Ng menambahkan, kebanyakan anak-anak penderita asma pada saat tumbuh dewasa merasa lebih baik dan berpikir bahwa mereka telah sembuh dengan semakin besarnya saluran pernapasan. Kenyataannya, mereka sering mengalami radang atau pembengkakan saluran pernapasan dan penyakit asma yang diderita semakin memburuk.

“Penderita penyakit asma perlu meneruskan pengobatan dan melakukan penanganan lanjutan secara teratur,” kata Dr. Alvin Ng.

Secara umum, pengobatan penyakit asma terbagi pada tahap pencegahan dan peredaaan. Pada tahap pencegahan digunakan jenis obat corticosteroid dengan menggunakan alat bantu hisap atau inhaler. Sedangkan pada tahap peredaan digunakan jenis obat beta agonist seperti Ventolin yang juga menggunakan inhaler.

Ilustrasi penderita asma bronkial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak kalah penting adalah mengurangi atau menghilangkan pemicu dari faktor lingkungan seperti debu, serangga dan hewan peliharaan yang mungkin menimbulkan alergi bagi penderita penyakit asma.

Untuk menangani alergi pada penderita penyakit asma, Farrer Park Hospital Singapura melakukan satu terapi pengobatan untuk menangani alergi yang disebut Sublingual Immunotherapy (SLIT).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut