4 Mitos Salah Seputar Menstruasi

Ilustrasi pembalut
Sumber :
  • VIVA.co.id/Lutfi

VIVA – Sadarkah Anda, sejak pertama kali mendapatkan menstruasi, pasti Anda banyak sekali mendengar sebutan atau istilah lain yang mengacu pada menstruasi. Seperti sedang halangan atau 'dapet', banyaknya sebutan untuk menstruasi ini pun memicu munculnya banyak mitos seputar menstruasi.

img_title Bukan Cuma Cuci Tangan, Kemenkes Ungkap 5 Kebiasaan Sehat yang Wajib Ditanamkan pada Anak Sejak Dini

Sayangnya, lebih banyak masyarakat yang lebih memercayai mitos daripada mencaritahu tentang fakta di baliknya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dr. Dyana, SpOG, sama halnya seperti menyebut penis atau vagina, membahas mengenai menstruasi menjadi hal yang masih dianggap tabu. Sehingga muncul banyak bahasa dan banyak mitos, padahal faktanya lebih banyak bolehnya daripada tidak boleh, seperti berikut.

img_title Cuaca Panas Ekstrem Diam-diam Bisa Ganggu Siklus Menstruasi, Kok Bisa?

Tidak boleh olahraga

Dyana menjelaskan, ketika menstruasi kita tidak boleh melakukan gerakan yang jungkir balik karena darah bisa kembali atas. Faktanya, itu tidak mungkin terjadi karena mesntruasi adalah proses peluruhan dinding di dalam rahim yang dipersiapkan untuk hamil. Ketika tidak dibuahi, dinding tersebut akan runtuh yang terlihat seperti darah yang bercampur dengan jaringan berwarna hitam atau cokelat.

img_title Jangan Langsung Anggap Menopause, Menstruasi Tak Teratur di Usia 40 Tahun Bisa Jadi Anovulasi, Apa Itu?

Ilustrasi nyeri saat menstruasi.

Darah menstruasi = Darah kotor

Banyak yang menyebut bahwa darah yang keluar dari menstruasi adalah darah kotor. Namun, Dyana mengatakan, kita harus berhenti menyebut darah menstruasi sebagai darah kotor karena rahim adalah area yang steril. Yang keluar pun berbeda yaitu pembuluh darah yang bercampur dengan jaringan yang setelah sekian lama menjadi bekuan-bekuan darah.

Tidak boleh keramas

Faktanya, selama menstruasi kita wajib menjaga kebersihan tubuh secara umum, termasuk keramas. Selain itu, kita wajib mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali. Kalau terlalu lama mengganti pembalut, area kewanitaan bisa menjadi lembap dan menjadi media bakteri jamur sehingga jadi iritasi kulit, gatal, hingga keputihan.

Pembalut belum penuh boleh tidak diganti

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti disebutkan sebelumnya, pembalut harus diganti maksimal 6 jam sekali. Biasanya, di akhir-akhir masa menstruasi saat darah haid sudah berkurang, kita menjadi malas mengganti. Padahal setetes saja darah sudah bisa mengundang kuman. Selain itu, perhatikan juga kebersihan air saat membasuh area kewanitaan ketika menstruasi. Jika air kotor, Dyana menganjurkan, sebaiknya jangan gunakan air dan gunakan tisu saja.

"Kalau memang di toilet umum airnya tidak bersih, pakai tisu saja selama menyimpan tisunya rapi dalam kemasan. Kalau pakai tisu basah, harus pakai tisu kering setelahnya karena daerah vagina harus tetap kering, kalau lembap akan timbulkan jamur dan bakteri," ujar Dyana saat ditemui VIVA di sebuah acara di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ilustrasi siklus menstruasi

5 Hal tentang Menstruasi yang Harus Dipahami Para Gadis: Siklus hingga Atasi Rasa Sakit

Menstruasi merupakan bagian alami dari perkembangan tubuh perempuan. Namun, datangnya haid tidak selalu diiringi pemahaman yang cukup mengenai perubahan tubuh.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut