Studi: Berbadan Gemuk Bukan Berarti Tidak Sehat

Wanita obesitas berolahraga
Sumber :
  • REUTERS/Juan Carlos Ulate

VIVA – Selama ini ada sebuah anggapan bahwa seorang yang gemuk berarti tidak sehat. Namun, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa menjadi gemuk tidak selalu berarti tidak sehat. 

img_title Terapi Pengelolaan Berat Badan & Lindungi Kesehatan Jantung Jadi Tema World Heart Day 2026

Para peneliti di Universitas York di Toronto, Amerika Serikat, menemukan bahwa obesitas saja tidak meningkatkan risiko kematian, kecuali itu ditambah dengan faktor risiko metabolik lain, seperti gula darah tinggi atau tingkat kolesterol jahat yang tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini sangat berbeda dengan kebanyakan literatur,” kata Jennifer Kuk, seorang profesor kinesiologi di Universitas York, menulis dalam siaran pers seperti dilansir dari New York Post. 

img_title Perut Pria Makin Buncit Setelah Usia 40? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh

Dia mengatakan, sebelumnya kebanyakan studi mendefinisikan obesitas yang “sehat” adalah memiliki hingga satu faktor risiko metabolik, seperti gula darah tinggi, dan kolesterol jahat, yang meningkatkan risiko kematian bagi siapa saja, kurus atau gemuk.

Obesitas.

img_title Waspadai Produk Obat Abal-abal, BPOM Ingatkan Penanganan Obesitas Tak Bisa Instan

"Ini mungkin mengapa sebagian besar penelitian telah melaporkan bahwa obesitas 'sehat' masih terkait dengan risiko kematian yang lebih tinggi," katanya.

Penelitian ini mengamati data dari 54.089 pria dan wanita dari lima penelitian besar, dan membagi mereka menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yakni mereka yang mengalami obesitas, dan tidak memiliki faktor risiko metabolik. Kelompok kedua, mereka yang mengalami obesitas dan memiliki masalah metabolisme, seperti peningkatan glukosa, tekanan darah atau lemak.

Peneliti kemudian melihat berapa banyak orang dalam setiap kelompok meninggal, dan membandingkan jumlah mereka dengan tingkat kematian untuk orang dengan berat badan rata-rata yang tidak memiliki faktor risiko metabolik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami menemukan bahwa orang dengan berat badan normal tanpa faktor risiko metabolik lainnya sama kemungkinannya untuk meninggal sebagai orang dengan obesitas dan tidak memiliki faktor risiko lain," kata Kuk.

Menurut temuan mereka, “Individu dengan obesitas yang sehat secara metabolik sebenarnya tidak berada pada tingkat kematian yang tinggi”.

Ilustrasi obesitas/kegemukan.

Bukan Cuma Pangkas Berat Badan, Obat Obesitas Ini Dikaitkan dengan Penurunan Lemak Hati

Penanganan obesitas tidak hanya berkaitan dengan angka timbangan. Kondisi organ dalam, termasuk hati, juga menjadi perhatian karena penumpukan lemak di organ tersebut.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut