Obesitas Bikin Orang Lebih Bodoh, Benarkah?

Ilustrasi obesitas.
Sumber :
  • REUTERS/Juan Carlos Ulate

VIVA – Kelebihan berat badan secara signifikan seringkali berhubungan dengan beragam masalah kesehatan. Dari risiko cedera akibat stres sendi hingga diabetes tipe 2. Obesitas bukan hanya berbahaya, tapi juga mematikan. 

img_title Terapi Pengelolaan Berat Badan & Lindungi Kesehatan Jantung Jadi Tema World Heart Day 2026

Kini, sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa kegemukan mungkin sebenarnya juga memengaruhi otak dan membuat seorang lebih bodoh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sebuah makalah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neuroscience, peneliti mengungkapkan bahwa pengujian laboratorium pada tikus telah mengisyaratkan berkurangnya kekuatan otak pada hewan yang secara dramatis kelebihan berat badan.

img_title Perut Pria Makin Buncit Setelah Usia 40? Ini yang Sebenarnya Terjadi pada Tubuh

Hewan pengerat yang gemuk dan tidak terlalu cepat mungkin tidak mampu memproses informasi serta rekan-rekan mereka yang lebih fit.

Seperti laporan dilansir dari NYpost, para peneliti menggunakan dua kelompok tikus untuk penelitian. Kelompok pertama diberi diet berkalori tinggi selama tiga bulan, sementara kelompok lainnya diberikan asupan kalori standar.

img_title Waspadai Produk Obat Abal-abal, BPOM Ingatkan Penanganan Obesitas Tak Bisa Instan

Tikus yang gemuk, yang beratnya hampir 40 persen lebih dari kelompok kontrol, menunjukkan berkurangnya penalaran dan kemampuan mengingat ketika berhadapan dengan teka-teki yang sama seperti hewan kontrol. Hewan pengerat yang lebih besar memiliki masalah mengingat cara navigasi labirin yang sepele untuk tikus yang tetap pada berat normal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menentukan apa yang menyebabkan tikus menjadi demikian, para peneliti mulai melihat otak mereka. Apa yang mereka temukan adalah bahwa tikus gemuk memiliki jumlah mikroglia yang lebih besar, yang merupakan jenis sel ‘pemulung’ yang melayani sistem kekebalan dalam sistem saraf pusat.

Sel-sel ini tidak benar-benar buruk, tetapi peningkatan jumlah mereka diduga menyebabkan kerusakan pada tangkai kecil pada sel-sel saraf yang menerima pesan. Batang ini, yang disebut duri dendrit, sangat penting bagi otak untuk melakukan proses informasi. Duri yang kurang aktif sebenarnya dapat menghambat kemampuan tikus gemuk untuk melakukan proses informasi secepat kerabat mereka yang lebih sehat. (ren)

Ilustrasi obesitas/kegemukan.

Bukan Cuma Pangkas Berat Badan, Obat Obesitas Ini Dikaitkan dengan Penurunan Lemak Hati

Penanganan obesitas tidak hanya berkaitan dengan angka timbangan. Kondisi organ dalam, termasuk hati, juga menjadi perhatian karena penumpukan lemak di organ tersebut.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut