Nyeri Pinggang, Tunggu Sembuh Sendiri atau Harus ke Dokter?

Ilustrasi low back pain/nyeri pinggang belakang/sakit pinggang.
Sumber :
  • Pexels

VIVA – Low Back Pain (LBP) atau nyeri pinggang belakang merupakan kondisi yang umum terjadi pada masyarakat Indonesia. LBP merupakan nyeri yang dirasakan pada bagian punggung bawah yang dapat merupakan nyeri lokal (hanya di bagian pinggang atau lumbal), nyeri radikuler (menjalar ke tungkai bagian bawah), atau keduanya.

Ibu Hamil Rentan Alami Nyeri Punggung, Amankah Pakai Korset?

Spesialis Bedah Saraf, Brain & Spin Binda Neuro Center, Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS (K), SpKP menjelaskan dua jenis LBP. Salah satunya adalah nyeri di bawah punggung yang terjadi selama beberapa minggu, kemudian hilang setelah istirahat dan minum obat yang dijual bebas di pasaran atau minum jahe susu.

"Dari total 100 persen orang dewasa yang menderita nyeri punggung, sebesar 90 persen ada yang bisa hilang (sakitnya) antara 4-6 minggu. Kalau ini karena otot yang kaku," kata dia saat ditemui di RS Bunda Jakarta, Jumat, 2 Novemeber 2018.

Gegara Duduk Seperti Ini Bisa Kena Saraf Kejepit, Kenali Gejalanya

Dia melanjutkan ada juga nyeri di bawah punggung yang bisa disembuhkan lebih dari enam bulan dan bisa kambuh. Umumnya, penyakit ini bukan hanya sakit di area pinggang saja, tapi juga bisa menjalar hingga ke kaki.

Nyeri punggung.

3 Gerakan untuk Atasi Nyeri Punggung dan Bahu, Bisa Dicoba di Rumah

Jika sudah pada taraf seperti ini, kata dia, perlu pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Itu karena jika dibiarkan, dapat menyebabkan terganggunya aktivitas keseharian sang penderita.

Lebih lanjut, dia menjelaskan penyakit jenis ini biasanya disebabkan trauma berulang, Spondylosis lumbal yang terjadi karena pergesaran segmen tulang lumbal dan HNP (Hernia Nucleus Pulposus) atau yang dalam bahasa awam disebut dengan saraf kejepit.

Nyeri tulang punggung

Bukan Pegal Biasa, Nyeri Punggung Bisa Jadi Pertanda Penyakit yang Lebih Serius

Nyeri punggung merupakan salah satu kondisi kesehatan yang disebabkan karena banyak hal, mulai dari kebiasaan postur duduk yang salah, cedera setelah angkat beban.

img_title
VIVA.co.id
8 Maret 2024