Hati-hati Bahaya Penyakit Serius Akibat Duduk Kelamaan

Ilustrasi duduk
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Ada efek negatif dari kemudahan kemajuan teknologi saat ini. Salah satunya berkurangnya aktivitas fisik atau malas bergerak.

783 Juta Orang Akan Menderita Diabetes Tahun 2045

Padahal  malas bergerak bisa menjadi pencetus berbagai masalah kesehatan. Yang paling mengerikan adalah timbulnya penyakit tidak menular, seperti diabetes, jantung, stroke hingga kanker.

Dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia Asian Games 2018, dr. Grace Joselini mengatakan, kita harus mulai membiasakan bergerak. Usahakan tidak duduk lebih dari dua jam. Kalau sudah dua jam, lakukan stretching atau minimal berjalan ke toilet.

Mengenal Penyakit Radang Usus, Bisa Sebabkan Kanker Usus Besar Jika Dibiarkan

"Kampanye sekarang ini adalah sitting is the smoking. Karena ternyata, dengan banyak duduk risiko kesehatan yang timbul sama dengan orang yang merokok," kata Grace saat ditemui VIVA di Jakarta, belum lama ini.

Dia menjelaskan, saat duduk seseorang hanya mampu membakar 1 gram kalori saja. Sedangkan dalam satu kepal nasi, kalorinya mencapai 300 gram. Jika duduk tiga jam, sudah terjadi penyempitan pembuluh darah 50 persen.

Jokowi Bersyukur Angka Stunting Turun dari 37 Persen Menjadi 21 Persen

Dalam tiga jam itu, sensitivitasnya insulin sudah menurun 50 persen. Hal ini membuat seseorang  bisa terpapar risiko diabetes.

Kalau kebiasaan ini terus berlangsung hingga dua pekan, dalam waktu sehari duduk lebih dari enam jam akan meningkatkan kadar LDL atau lemak jahat dalam tubuh. Kondisi itu dapat memicu plak pada pembuluh darah, dan jika plak yang terus menumpuk itu kemudian lepas, terjadilah serangan jantung.

"Semakin malas kita, dalam satu tahun tidak bergerak, densitas tulang akan menurun. Ini akan meningkatkan risiko osteoporosis," ujar Grace.

Ilustrasi melakukan peregangan badan setelah duduk lama

Memulai kebiasaan bergerak, kata dia, tidak harus dengan sesuatu yang berat. Prinsipnya, mulailah dari gerakan yang pelan. Misalnya, menjauhkan jarak dari titik A ke B, seperti mengambil minum dari jarak yang lebih jauh di kantor.

Kemudian, ubah juga kebiasaan memesan makanan lewat aplikasi atau meminta bantuan office boy (OB). Berjalanlah ke tempat makan ketika jam makan siang tiba.

"Kalau kantornya ada di lantai 10, setop di lantai delapan dan lanjutkan naik tangga," saran Grace.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya