Thalasemia Jadi Beban BPJS Kesehatan Nomor 5

Ilustrasi BPJS Kesehatan
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

VIVA – Thalasemia hingga kini masih menjadi salah satu penyakit dengan beban pembiayaan terbesar di Indonesia. Bahkan berdasarkan laporan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, pembiayaan thalasemia sejak 2014-2017 telah mencapai Rp1,8 triliun.

img_title Kejagung: Keberhasilan JKN Bukan Ditentukan Sanksi, Tapi Kepatuhan Berlanjut dan Perlindungan Nyata Pekerja

Hal ini menempatkan penyakit tersebut berada di peringkat 5 dari seluruh total pembiayaan BPJS, setelah penyakit jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini beban buat negara besar sekali. Sekali dia lahir, kalau dulu itu waktu kelahiran belum bagus umur 10 tahun meninggal, sekarang bisa jadi dewasa, tapi jadi dewasa kan harus transfusi terus-menerus komplikasi banyak, tapi di satu pihak itu tujuan kita," tutur staf ahli Kementerian Kesehatan, Prof. Dr. dr. Akmal Taher, Sp. U (K) saat ditemui di sela pertemuan Southeast Asian Thalassemia Forum 2018 di Kemenkes, Rabu 28 November 2018.

img_title Satya JKN Awards 2026: Bukti Badan Usaha Peduli Pekerja

Bahkan biaya tersebut hanya untuk perawatan. Sementara itu, belum ada alokasi pembiayaan khusus untuk pencegahan penyakit thalasemia. Hingga saat ini, pemeriksaan atau screening untuk pencegahan thalasemia masih bersifat sukarela.

"Bukan cuma soal uang tapi soal kesadaran masyarakat. Belum ada lagi soal agama, hak asasi, dan macam-macam makanya strateginya harus lengkap," kata Akmal.

img_title RS Mitra BPJS Kesehatan Bertambah, Peserta JKN Kian Mudah Jangkau Faskes

Dengan adanya pertemuan ini, menurut dia, pemerintah ingin bisa memberikan masukan pengalaman-pengalaman dari negara di Asia Tenggara terkait dengan penanganan thalasemia. Hal itu nantinya juga diharapkan bisa dijadikan kebijakan.

Southeast Asian Thalassemia Forum (SEATHAF) dihadiri oleh 10 negara, yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia. Vietnam, Filipina, Myanmar, Singapura, Laos (observer), Kamboja (observer) dan Brunei Darussalam (observer). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kerja sama negara negara ASEAN dalam meningkatkan kewaspadaan nasional tentang thalasemia dan menjalin kerja sama saling berbagi informasi dan pengalaman dalam bentuk praktik terbaik (best practice) dalam pencegahan dan pengendalian thalasemia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

Kabar Baik! Masyarakat Bisa Pakai BPJS Kesehatan di Klinik Koperasi Merah Putih, Menkes: Sama Seperti Klinik Swasta

Kabar baik untuk masyarakat kini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Kabar itu terkait rencana Klinik Koperasi Merah Putih akan menjadi

img_title
VIVA.co.id
30 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut