Anak Bertubuh Pendek Bukan Berarti Stunting

Bayi baru lahir.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Stunting menjadi salah satu permasalahan nutrisi yang besar di Indonesia. Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia menempati urutan ketiga negara penyumbang angka stunting terbesar. Sementara di dunia, Indonesia menempati kelima penyumbang jumlah stunting terbesar.

img_title BKKBN Dan Astra Pede Angka Stunting Bisa Berkurang Berkat Program Genting

Data tahun 2018 mengungkap, dari 34 provinsi di Indonesia, 18 provinsi masih memiliki prevalensi stunting 30-40 persen. Dari angka tersebut, sekitar 11,5 persen sangat berisiko menjadi retardasi mental.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski tingginya angka stunting di Indonesia, masih banyak masyarakat yang tidak memahami apa itu stunting. Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K) menjelaskan, stunting adalah perawakan pendek yang disebabkan oleh kekurangan gizi jangka panjang atau malnutrisi kronik.

img_title Gak Cuma Bikin Kurus, Ketahui Dampak Stunting Pada Masa Depan Anak

"Malnutrisi ini bisa disebabkan karena asupan yang tidak cukup atau orangtua tidak bisa memberi makanan yang cukup nutrisi, atau memang tidak bisa memberi makan karena tidak punya makanan," ujar Damayanti saat media workshop MilkVersation: Hari Gizi Nasional di Djakarta Theater XXI, Jakarta, Rabu, 23 Januari 2019.

Selain itu, malnutrisi ini juga bisa disebabkan oleh kebutuhan gizi anak yang meningkat. Misalnya anak dengan kondisi diare sehingga makanan yang masuk banyak yang keluar lagi atau ISPA yang harus diselesaikan dengan imunisasi.

img_title Merck Geber Edukasi soal Pemantauan Pertumbuhan Pada Anak

Meski stunting membuat pertumbuhan anak berhenti sehingga memiliki tubuh yang pendek, Damayanti menekankan bahwa perawakan pendek tidak selalu menjadi penentu stunting. Tubuh pendek pada anak harus ditentukan dahulu melalui panjang badan, umur, dan jenis kelamin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada stunting, terjadi penurunan berat badan pada anak. Tidak kemudian tubuh langsung memendek.

"Di tengah-tengah itu terjadi penurunan fungsi kognitif, terakhir baru terjadi stunting. Seringkali yang kita temukan sudah terlambat dan kemampuan kognitifnya sudah berkurang," kata Damayanti. (ldp)

Bekicot

Bukan Cuma Telur dan Ikan, Bekicot Kini Dilirik untuk Cegah Stunting

Kemendes PDT mencoba mengembangkan bekicot sebagai alternatif sumber protein hewani untuk mendukung pencegahan stunting di Sumba Barat. Baca di sini selengkapnya

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut