Mengapa Banyak Pria Enggan Periksakan Kanker Prostat?

Ilustrasi pria/laki-laki.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

VIVA – Meski jumlah penderitanya cukup tinggi, namun banyak pria yang enggan untuk memeriksakan kanker prostat ke dokter. Bahkan, hal ini juga masih terbilang tabu untuk dibicarakan.

img_title Perubahan Saat Buang Air Kecil yang Tak Boleh Diabaikan Pria 45 Tahun ke Atas

Padahal, kanker prostat sendiri merupakan jenis kanker ketiga terbanyak di Indonesia setelah kanker paru-paru dan dubur. Sekitar 15 kasus ditemukan di setiap populasi berjumlah 100.000 orang, dan angka ini terus meningkat dengan cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu mengapa pria masih enggan untuk membicarakan dan memeriksakannya ke dokter?

img_title Waspada Sebelum Terlambat! Obesitas dan 6 Faktor Lain Ini Bisa Picu Kanker Prostat

Sebuah badan penelitian asal Inggris mengungkap konsep sosial ‘kejantanan’ sebagai salah satu penyebab di balik lebih rentannya pria terhadap kanker dibandingkan wanita. Fenomena yang sama juga diamati di Asia.

"Karena banyak pria merasa perlu unjuk kejantanan, mereka Iebih cenderung mengadopsi gaya hidup tidak sehat, yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker dan menghiraukan tanda-tanda masalah kesehatan," ucap Dr. Richard Quek, Senior Consultant Medical Oncology dari Parkway Cancer Center (PCC), saat konferensi pers di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Januari 2019.

img_title Netanyahu Jalani Pemeriksaan di RS, Kondisi Kesehatannya Jadi Sorotan

Ia melanjutkan, diskusi mengenai kesehatan pria serta ajakan melakukan pemeriksaan kesehatan juga masih kurang dijumpai dibandingkan dengan pesan-pesan kesehatan yang biasanya ditujukan bagi wanita.

“Waktu adalah faktor kunci dalam perawatan kanker, tetapi kami justru sering mendapati pasien pria yang menunda memeriksakan diri ke dokter hingga kanker mereka telah mencapai tahap lanjut,” kata Quek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pasien pria tersebut umumnya beralasan, gejala-gejala yang mereka alami seperti letih berkelanjutan dan gangguan kemih hanya tanda penyakit ringan dan mereka harus kuat menghadapinya. Padahal, bila terus berlanjut, gejala-gejala tersebut dapat menjadi pertanda awal kanker pria, seperti kanker prostat dan penis.

“Semakin cepat kita mendiagnosis pasien, semakin baik pula prospek perawatan. Oleh karena itu, sebagai salah satu pusat kanker swasta terbesar di Singapura, kami memiliki misi untuk meningkatkan kesadaran seputar deteksi dini kanker, termasuk kanker pria," tambah Quek.(nsa)

Ilustrasi buang air kecil.

Kenapa Aliran Urine Pria Melemah Setelah Usia 40 Tahun, Bahayakah?

Salah satu keluhan yang cukup sering dialami pria, terutama mereka yang berusia 40 tahun ke atas, adalah aliran urine yang terasa semakin lambat atau lemah.

img_title
VIVA.co.id
31 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut