Donor Darah Bikin Kekurangan Zat Besi dan Tubuh Lemah?

Donor darah
Donor darah
Sumber :
  • Viva.co.id/Bimo Aria

VIVA – Banyak orang yang kini rajin menyumbangkan darahnya secara rutin. Itu karena mereka menyakini donor darah bisa memberi manfaat yang menyehatkan untuk tubuh si pendonor, di samping membantu orang lain yang membutuhkan.

Sayangnya, tak semua orang bisa mendonorkan darahnya karena ada beberapa kondisi seseorang dilarang menyumbangkan darahnya, salah satunya ibu hamil, setelah melahirkan enam bulan dan menyusui.

Spesialis penyakit dalam dr. Wismandari Wisnu spPD mengatakan bahwa wanita hamil, yang baru melahirkan enam bulan dan menyusui dilarang untuk melakukan donor darah. "Mereka tidak diizinkan karena darahnya diperlukan untuk pemulihan dan pasokan makanan ke janin dan ASI," katanya dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Jumat, 1 Februari 2019.

Sementara itu, Wismandari membantah beberapa mitos yang berkembang di masyarakat tentang donor darah. Misalnya soal donor darah yang bisa menyebabkan darah rendah, menurutnya mitos lantaran dalam proses donor dan transfusi darah tidak mempengharuhi tekanan darah.

Donor darah yang dianggap bisa menurunkan kekebalan tubuh juga tidak benar. Dia menjelaskan, dalam donor darah terjadi penarikkan dua komponen darah, yakni plasma darah dan sel darah.

"Plasma darah mengandung antibodi dan globulin yang memengaruhi kekebalan tubuh tapi donor tidak akan mempengaruhi karena darah yang diambil tidak banyak sehingga ketahanan tubuh tetap terjaga," ujarnya.

Donor darah, dia menegaskan, juga tidak akan membuat tubuh kekurangan zat besi. Karena pendonor harus sehat, di mana kadar zat besi pada orang sehat itu mencukupi. Donor darah pun tidak akan membuat tubuh menjadi lemah karena darah yang diambil hanya 300-500 CC.