Kasus Iker Casillas, Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? Ini Sebabnya

Kiper Real Madrid, Iker Casillas
Kiper Real Madrid, Iker Casillas
Sumber :

VIVA – Iker Casillas alami serangan jantung dan harus beristirahat di rumah sakit. Kiper asal Spanyol itu mengalami serangan jantung secara tiba-tiba saat dirinya tengah berlatih di lapangan.

Bahkan, ia harus menjalani operasi untuk memulihkan masalah pada jantungnya  Kabar ini tentu mengejutkan banyak pihak. Usia Casillas yang masih terbilang muda, serta gaya hidupnya yang aktif di lapangan bola, membuat ia seharusnya jauh dari kondisi serangan jantung. Lantas, apa pemicu dari serangan jantung yang menyebabkan Casillas harus beristirahat di rumah sakit?

Menurut spesialis jantung paru, dr Vito A. Damay Sp. JP(K), penyebab terjadinya serangan jantung adalah adanya plak penyempitan di pembuluh darah jantung yang membuat aliran darah dapat tersumbat sewaktu-waktu, itulah yang disebut serangan jantung. Penyebab adanya penyempitan ini adalah kolesterol yang tinggi, penyakit diabetes, tekanan darah tinggi atau merokok.

"Tentu orang yang gemuk juga lebih berisiko karena memperberat penyempitan, tapi orang yang kurus rajin berolahraga lalu dia kolesterol tinggi karena tidak pernah check up juga tetap berisiko," ujarnya kepada VIVA, Kamis, 2 Mei 2019.

Vito mnjelaskan, kasus Iker Casillas ini memang tergolong jarang. Ada kemungkinan faktor genetik turut berperan. Faktor lain adalah Iker Casillas pernah dipergoki atau kedapatan merokok.

"Kita tidak tahu kehidupan dia di luar lapangan karena ada juga atlet sembunyi-sembunyi merokok. Di luar hal yang umum terdapat pula faktor lain seperti unsur inflamasi (peradangan) oksidan dan pembekuan darah yang sebenarnya relatif kecil kontribusinya, namun dalam kasus tertentu seperti Iker mungkin saja memegang peranan," tuturnya.

Vito mengingatkan berdasarkan European Society of Cardiology, menjaga pola hidup sehat dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga 80 persen. Karena itu, deteksi melalui medical check up khusus jantung tetap dibutuhkan untuk mengetahui secara dini risiko serangan jantung. (rna)