Risiko Kesehatan dari Letusan Gunung Tangkuban Perahu

Kolom abu Gunung Tangkuban Perahu.
Sumber :
  • Twitter @BNPB_Indonesia.

VIVA – Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat, meletus pada tanggal 26 Juli 2019 pukul 15:48 WIB. Tinggi kolom abu yang teramati kurang lebih 200 m di atas puncak (±2.284 m di atas permukaan laut).

img_title Status Siaga! Gunung Semeru Erupsi 3 Kali pada Senin Pagi, Letusan Capai 900 Meter di Atas Mahameru

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi ± 5 menit 30 detik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Perahu, termasuk pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar Kawah Ratu dan Kawah Upas.

img_title Hari ke-21, 188 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi, 55 Masih Dicari

Terkait dengan bencana tersebut, dapat berisiko menyebabkan gangguan kesehatan terutama pada masyarakat yang bermukim di sekitarnya. 

Dilansir dari laman resmi PAHO-WHO Health Emegergency, Sabtu, 27 Juli 2019, efek paling umum pada kesehatan yang disebabkan oleh letusan gunung berapi antara lain cedera traumatis, luka bakar, kematian akibat kekurangan oksigen, penyakit kulit, cedera mata, masalah pernapasan, konjungtivitas dan bahkan kematian.

img_title Gunung Semeru Erupsi 7 Kali Hari Ini, Tinggi Letusan Tercatat hingga 1 Km

Khususnya, hujan abu atau pengusiran gas, bisa menimbulkan dampak kontaminasi air dan makanan, serta berpengaruh terhadap ternak dan hewan peliharaan, tanaman dan lingkungan, juga membahayakan layanan dasar (air, transportasi, komunikasi) dan akses ke layanan kesehatan.

Demikian juga, akumulasi abu di atap dapat menyebabkan kerusakan atau keruntuhan bangunan, baik saat bencana maupun setelahnya. Kejadian ini umumnya juga dapat menyebabkan luka karena atap runtuh yang menahan beban akumulasi abu. 

Dalam hal ini, langkah-langkah pencegahan dan perlindungan diri penting untuk diketahui masyarakat. Simak beberapa petunjuk berikut ini.

Letusan

Satu-satunya langkah pencegahan yang efektif jika terjadi letusan adalah evakuasi dini. Layanan kesehatan setempat dan penduduk harus menerima informasi terbaru dan permanen dari pihak berwenang mengenai daerah-daerah yang berisiko terkena dampak dan kemungkinan letusan. Risiko kesehatan di antaranya trauma, luka bakar pada kulit dan laserasi oleh batuan vulkanik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelepasan abu panas

Konsekuensi dari peristiwa ini adalah longsoran pijar atau aliran piroklastik (gas dan abu panas), aliran abu dan jatuh, petir dan kebakaran hutan. Dampak pada kesehatan dari aktivitas ini adalah luka bakar yang hebat pada kulit dan saluran pernapasan, serta kematian akibat kekurangan oksigen. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut