Ada Wabah Pneumonia Misterius di China, Kemenkes RI Ancang-ancang

Ilustrasi/Virus.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Dunia sedang dikejutkan oleh kabar mengenai wabah Pneumonia yang ditemukan di Wuhan, Tiongkok. Menanggapi hal ini, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Siswanto menyatakan bahwa Indonesia siap untuk mengantisipasi wabah tersebut.

Pneumonia Mycoplasma Terdeteksi di Jakarta, Dinkes Masih Kumpulkan Data

"Oh siap (mengidentifikasi), kan punya lab. Lab-labnya sederhana, itukan labnya biomonokuler, pemeriksaannya dengan PCR yakni suatu reaksi untuk mengidentifikasi DNA dan RNA. Udah siap itu," kata Siswanto dikutip dari siaran pers Kemenkes RI, Senin 20 Januari 2020.

Siswanto menambahkan bahwa untuk mengantisipasi wabah tersebut, dengan mengedepankan pendekatan 3 pilar yakni Kemampuan mencegah dengan memperbaiki perilaku dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut, kemampuan mendeteksi ditingkatkan terutama lewat pintu-pintu masuk negara, itu harus didukung oleh kemampuan rumah sakit maupun klinik-klinik untuk dikirim ke laboratorium yang mampu.

Ini Alasan Mengapa Kasus Virus COVID-19 Melonjak Tinggi di Singapura Hingga 22 Ribu Kasus

"Ketiga, kemampuan merespons penting kaitannya dengan penanganan layanan kesehatan, dan tentunya harus proporsional sehingga tidak menimbulkan ketakutan," ungkapnya lagi.

Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Vivi Setiawaty bahwa laboratorium untuk mengantisipasi new emegency telah siap. Hingga kini, jejaring juga sudah dibentuk, diperkuat dan diperluas mulai dari universitas, lembaga penelitian dan rumah sakit yang akan membantu mengambil spesimen-spesimen dari kasus yang dicurigai.

Pneumonia Akibat Mycoplasma Pneumoniae Meningkat, Waspadai pada Anak!

Untuk diketahui, pada tanggal 31 Desember 2019, Pemerintah Tiongkok melaporkan ke WHO Western Pacific Regional Office di Manila. Pada 5 Januari, WHO mengeluarkan statemen pertama, saat ini beberapa kasus sudah muncul tapi belum diketahui penyebabnya. Pada tanggal 12 Januari disebutkan bahwa penyebabnya adalah Novel Coronavirus.

Virus korona bisa menyebabkan penyakit yang ringan sampai berat, sekarang ini paling banyak dibicarakan adalah MERS-CoV dan SARS-CoV yang masih dalam satu keluarga. Virus korona pada dasarnya dari binatang pindah ke manusia, dan 80 persen penyakit baru berasal dari zoonosis.

Ilustrasi penyakit/bakteri/virus.

6 Kasus Mycoplasma Pneumoniae Terdeteksi di RI, Ternyata Sudah Ada Sejak Oktober 2023

Kasus penyakit Pneumonia atau radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma Pneumoniae dikonfirmasi ada di Indonesia. Kemenkes mencatat ada 6 kasus.

img_title
VIVA.co.id
6 Desember 2023