Tips Cuci Pakaian agar Terhindar dari Virus Corona

Ilustrasi jemuran pakaian
Sumber :
  • Pixabay/Hans Braxmeier

VIVA – Hampir sepekan masyarakat Ibu Kota Jakarta menjalani kegiatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB sendiri merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi virus corona atau COVID-19 untuk mencegah kemungkinan penyebaran makin meluas.

PM Singapura Lee Hsien Loong Mundur dari Jabatan, Ini Sosok Penggantinya

Ini berarti, sejumlah kegiatan yang melibatkan publik dibatasi, seperti perkantoran atau instansi diliburkan, pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan transportasi umum.

Meski begitu masyarakat tetap bisa melakukan aktivitas, seperti berbelanja kebutuhan pokok dengan tetap menjalankan sistem social distancing dan menggunakan masker. Selain itu beberapa pekerja seperti tenaga medis, pekerja supermarket, hingga aparat keamanan tetap menjalankan tugasnya.

Salat Id di Masjid Agung Al-Azhar, JK Ngaku Senang Lebaran Kali Ini Ramai

Tentu setelah bepergian ke luar rumah ada sejumlah protokol yang perlu dilakukan sekembalinya  ke rumah. Selain mencuci tangan dan langsung mandi, langsung mencuci pakaian menjadi cara yang tepat, lantaran ditakutkan adanya kemungkinan masih menempelnya virus atau kuman di pakaian.

Lalu, bagaimana cara mencuci pakaian yang tepat untuk terhindar dari penyebaran virus corona? Dilansir dari laman Asia One, Kamis, 16 April 2020, berikut ini cara-caranya.

2 Keuntungan Bisa Didapat Konsumen dari Konsep Ini

1. Cuci dalam suhu tinggi

Jika bahan pakaian tahan pada suhu tinggi, cuci pakaian menggunakan air panas bersuhu 56 derajat Celsius selama 30 menit. Atau bisa cuci pakaian dengan produk berbasis pemutih pada suhu 40 derajat Celsius.

Semakin tinggi suhu air yang digunakan dan semakin lama mencuci, semakin kecil peluang virus untuk bertahan.

2. Cuci pakaian dengan cairan disinfektan

Jika bahan pakaian tidak bisa dicuci dalam suhu tinggi, kamu bisa merendamnya dalam cairan disinfektan. Menurut sebuah video dari Kantor Berita Xinhua, beberapa cairan disinfektan yang dapat digunakan, antara lain disinfektan fenolik, garam amonium kuarter dan klorin yang mengandung desinfektan.

Tapi penting untuk membaca peraturan dalam penggunaan disinfektan tersebut, apakah aman atau tidak. Jangan sampai hal tersebut malah membahayakanmu. Penting juga untuk menggunakan sarung tangan ketika menggunakan disinfektan saat mencuci pakaian.

Selain pakaian, jangan lupa untuk mendisinfeksi jaket dan sepatu. Selalu periksa label produk untuk mengetahui metode pencucian apa yang paling cocok. Untuk sepatu, disarankan merendamnya dengan detergen atau bahan pemutih untuk sepatu putih selama beberapa hari. 

3. Cuci bahan pakaian jenis linen dengan handuk dan pakaian berbahan lainnya

Penting untuk memisahkan pakaian jenis linen dengan handuk dan pakaian berbahan jenis lainnya, karena kuman berpotensi bertahan lebih lama di handuk karena handuk bersifat lembap. Cuci handuk pada suhu 60 derajat Celsius dan gunakan produk berbasis pemutih. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya