Bisakah COVID-19 Sembuh dengan Obat Herbal?
- Pixabay/Vijayanarashimha
VIVA – Beberapa hari belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan kabar penemuan 'obat' yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19. Kabar ini ramai diperbincangkan usai muncul video YouTube bertajuk "Bisa Kembali Normal? Obat COVID-19 Sudah Ditemukan!! (Part 1)”.
Dalam video itu, Hadi Pranoto yang diwawancarai oleh musisi Anji menjelaskan bahwa dia telah menemukan antibodi COVID-19 sebagai 'obat' yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19. Ia bahkan yang telah meramu sendiri obat pencegah COVID-19 tersebut.
Baca juga: Kata Gubernur Osaka, Obat Kumur Povidone-iodin Ampuh Obati COVID-19
Saat ditemui awak media di Rumah Makan Leuit Ageung, Kota Bogor, Senin 3 Agustus 2020, Hadi Pranoto menjelaskan obat antibodi COVID-19 itu berupa ramuan herbal yang diklaim bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19.
Tapi, apakah benar jamu herbal dapat menyembuhkan COVID-19? Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Litabangkes Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Akhmad Saikhu, M.Sc.PH menjelaskan bahwa untuk menyembuhkan COVID-19 yang digunakan adalah obat antivirus.
"Sampai saat ini kita ketahui bahwa COVID-19 ini disebabkan oleh virus. Jadi, obat satu-satunya adalah antivirus," kata dia dalam diskusi Obat Tradisional untuk COVID-19 Sudah Adakah?, yang ditayangkan secara streaming di YouTube BNPB, Rabu 5 Agustus 2020.
Akhmad juga menjelaskan bahwa saat ini obat antivirus tersebut tengah dalam proses penelitian. Dan, obat antivirus ini sedang dalam tahap uji klinik tahap 3 di Indonesia.
Baca juga: Hati-hati Klaim Produk Herbal Sebagai Penyembuh COVID-19
Terkait penggunaan herbal atau jamu untuk menyembuhkan COVID-19, Akhmad menjelaskan bahwa jamu ini dipergunakan untuk meringankan gejala COVID-19 dengan penyakit penyerta (komorbid).
"Dari data Kemenkes kan ada beberapa kasus COVID-19 dengan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, jantung, PPOK, ginjal, asma. Penyakit ini bisa memperberat kondisi pasien yang menderita COVID- 19, nah jamu atau herbal bisa dipakai untuk meringankan gejala penyakit penyerta itu tadi," jelas dia.
Akhmad menjelaskan, pihaknya juga telah mengembangkan jamu saintifik untuk memberikan bukti atau eviden bahwa jamu yang ada di Indonesia ini cukup aman dan berkhasiat. Dari 12 ramuan jamu itu ternyata ada yang bisa digunakan untuk menurunkan gejala penyakit penyerta pada pasien COVID-19. Misalnya penyakit hipertensi, pihaknya telah memiliki komposisi jamu untuk meringankan gejala penyakit penyerta untuk hipertensi ringan.