Vaksin Pfizer dan BioNTech Diklaim Sangat Efektif Hadapi COVID-19

Ilustrasi vaksin
Sumber :
  • Istimewa

Karena vaksin ini baru dipelajari beberapa bulan, masih belum bisa dipastikan berapa lama vaksin akan melindungi dari infeksi virus. Bahkan, vaksin menunjukkan efek samping, termasuk sakit dan demam, menurut data yang diterbitkan sebelumnya.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Gruber mengatakan, dia yakin efek sampingnya sebanding dengan vaksin dewasa standar, tetapi mungkin lebih buruk dibanding vaksin pneumonia Pfizer, Prevnar, atau suntikan flu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih, hasilnya belum ditinjau oleh sejawat atau ilmuwan luar atau diterbitkan dalam jurnal medis. Dan bahkan Pfizer dan BioNTech tidak diberi rincian lain tentang bagaimana vaksin dilakukan oleh pemantau independen yang mengawasi penelitian.

img_title Imunisasi Bayi dan Ibu Hamil Meningkat, Menkes Ungkap Datanya

Jika mendapatkan izin, persediaan awal vaksin akan dibatasi. Pfizer akan memproduksi hingga 50 juta dosis dan akan tersedia secara global pada akhir tahun dengan 1,3 miliar tersedia pada 2021.

Namun, diperkirakan akan ada tantangan distribusi. Di mana vaksin harus disimpan pada suhu yang sangat dingin, yang membuatnya sangat sulit untuk dikirim ke banyak tempat. Namun, Pfizer yakin masalah tersebut dapat diatasi.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas
Kepala BRIN, Arif Satria

Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Percepat Riset Vaksin Malaria

Arif menjelaskan BRIN saat ini memiliki empat kandidat vaksin malaria. Secara keseluruhan, terdapat sekitar lima atau enam kandidat vaksin malaria di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut