Terungkap, 5 Hari yang Tak Boleh Diabaikan Pasien COVID-19

Perawat bawa pasien dalam pengawasan virus corona COVID-19.
Perawat bawa pasien dalam pengawasan virus corona COVID-19.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

VIVA – Meskipun COVID-19 menghadirkan gejala yang berbeda dan tidak dapat diprediksi untuk setiap orang. Namun beberapa orang yang memiliki gejala khas mencatat menderita penyakit virus atau flu dalam beberapa hari pertama permulaan infeksi ini.

Di hari pertama, infeksi bisa sangat membingungkan bagi seseorang, banyak orang mengalami gejala yang sangat ringan atau bahkan tanpa gejala. Namun, baru setelah 5-10 hari setelah terinfeksi, tingkat keparahan infeksi pasien dapat ditentukan.

Oleh karena itu, salah satu langkah pertama yang harus diambil ketika seseorang mengalami gejala seperti COVID-19 atau didiagnosis dengan infeksi adalah melacak gejalanya, dan berapa hari mereka mengalami gejala tersebut.

Diasumsikan bahwa kebanyakan orang mulai mengalami gejala 2-3 hari setelah virus masuk di dalam tubuh. Awalnya, bagian pertama dari infeksi adalah reaksi virus, dan karenanya, terasa seperti demam bagi kebanyakan orang. Hanya pada fase kedua sistem kekebalan mulai bekerja.

Sementara sistem kekebalan menghasilkan antibodi untuk membasmi infeksi, kadang-kadang, antibodi dapat menjadi terlalu terstimulasi dan menyebabkannya memburuk, yang dapat dimulai dari hari ke 6 atau 7. Saat itulah pertempuran COVID-19 yang sebenarnya dimulai bagi banyak orang.

Hari 5-10 mungkin merupakan waktu ketika kebanyakan pasien akan menderita gejala 'gelombang kedua', yang bisa lebih parah. Saat ini juga penelitian mengatakan bahwa infeksi mengikuti pola yang konsisten juga.

Faktanya, apa yang sekarang diamati oleh dokter adalah semakin banyak orang memadati rumah sakit dengan gejala parah, komplikasi seperti pneumonia setelah minggu kedua infeksi.