Sama-sama dari AS, Vaksin Mana Lebih Baik Pfizer atau Moderna?

Ilustrasi vaksin virus corona
Sumber :

VIVA – Senin 16 November, perusahaan Amerika, Moderna Inc mengumumkan hasil uji coba klinis tahap akhir calon vaksin COVID-19 yang mereka kembangkan. Dari hasil uji coba terhadap 30 ribu relawan diketahui bahwa vaksin yang dikembangkan Moderna Inc memiliki tingkat efektivitas mencapai 94,5 persen. 

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Dengan demikian, diketahui bahwa Moderna Inc, menjadi perusahaan Amerika Serikat kedua setelah Pfizer yang melaporkan hasil yang jauh melebihi harapan. Hal ini juga berarti bahwa di tahun depan, pemerintah AS dapat memiliki akses ke lebih dari satu miliar dosis hanya dari dua pembuat vaksin, lebih dari yang dibutuhkan untuk 330 juta penduduk negara itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari laman Asiaone, baik Pfizer maupun Moderna Inc keduanya sama-sama mengembangkan vaksin COVID-19 menggunakan teknologi baru yang dikenal sebagai messenger RNA atau mRNA, untuk menghasilkan respons imun pada orang yang divaksinasi.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Pendekatan vaksin mRNA menggunakan materi genetik yang disebut mRNA untuk mengelabui sel agar menghasilkan bit protein yang terlihat seperti potongan virus. Sistem kekebalan kemudian belajar untuk mengenali dan menyerang bagian-bagian itu dan, secara teori, akan bereaksi cepat terhadap infeksi yang sebenarnya.

Namun, dari kedua perusahaan tersebut diketahui bahwa, vaksin yang dikembangkan oleh Moderna lebih unggul dibanding Pfizer dalam hal penyimpanannya. Vaksin Moderna diketahui tidak membutuhkan penyimpanan yang sangat dingin seperti milik Pfizer, sehingga lebih mudah untuk didistribusikan. 

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Moderna mengungkapkan vaksin yang dikembangkannya dapat stabil pada suhu lemari es standar 2 hingga 8 derajat celcius selama 30 hari dan dapat disimpan hingga 6 bulan pada suhu minus 20 derajat celcius.

Sedangkan vaksin Pfizer harus dikirim dan disimpan pada suhu minus 70 derajat celcius, sejenis suhu musim dingin di Antartika.  Pada suhu lemari es standar, dapat disimpan hingga lima hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi efek samping, diketahui vaksin yang dikembangkan Moderna Inc memiliki efek samping ringan sampai sedang. Namun, sebagian besar sukarelawan mengalami rasa sakit dan nyeri yang lebih parah setelah mengambil dosis kedua. 

Termasuk sekitar 10 persen relawan yang mengalami kelelahan cukup parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara 9 persen lainnya mengalami nyeri tubuh yang parah. Sebagian besar keluhan ini tidak berlangsung lama, kata perusahaan itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut