8 Tips Membesarkan Payudara Tanpa Operasi

Ilustrasi payudara.
Ilustrasi payudara.
Sumber :
  • pexels

VIVA – Layaknya rambut yang menjadi mahkota, payudara salah satu bagian tubuh yang mampu menunjang rasa percaya diri seorang wanita. Jika dahulu membesarkan payudara mesti dilakukan melalui operasi, kini ada cara lebih aman, yaitu olahraga rutin dan mengonsumsi produk herbal, yang tentunya sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Salah satunya Bustilia. Yusuf, selaku manager Bustilia, mengklaim suplemen pembesar payudara herbalnya aman bagi para wanita untuk mewujudkan bentuk dan ukuran payudara impian.

Baca: Maria Vania Blak-blakan Soal Operasi Payudara

“Tidak hanya aman dan terjangkau, Bustilia juga telah dipercaya 9 dari 10 wanita untuk mendapatkan bentuk payudara yang diidam-idamkan. Hanya dalam waktu satu minggu penggunaan Bustilia, ditambah lagi dengan olahraga yang intens, mampu memberikan perubahan bagi bentuk dan ukuran payudara," kata dia, Jumat, 15 Januari 2021.

Demi mendapatkan bentuk payudara yang diinginkan, selain mengkonsumsi Bustilia, berikut 8 tips yang harus dilakukan para konsumen ketika melakukan olahraga secara rutin:

- Push Up minimal sebanyak 10 kali,
- Push Up di permukaan dinding minimal 20 kali,
- Dumbbell Cross Punch, atau gerakan menyilangkan tangan dengan menggunakan dumbbell,
- Dumbbell Chest Press with Wrist Rotation, atau lakukan gerakan rotasi tangan dengan dumbbell sembari merebahkan tubuh,
- Plank Walk, atau gerakan Push Up sambil merangkak dengan tangan,
- Plank Reach, atau gerakan Push Up sambil menumpukan tubuh dengan satu tangan,
- Chair Dip, atau gerakan menaikkan dan menurunkan tubuh bagian atas sambil menumpukan tangan di bagian belakang,
- Shoulder Rounding, atau gerakan memosisikan tubuh secara tengkurap lalu menarik kedua tangan dari belakang ke depan.

Yusuf menegaskan bahwa produk Bustilia dijamin bebas dari bahan kimia berbahaya, sehingga aman bagi tubuh dan tidak akan mengakibatkan kanker payudara. Meski begitu, ia mengingatkan Bustilia tidak dianjurkan bagi wanita hamil dan menyusui, karena dikhawatirkan akan terjadi perubahan hormon yang mungkin bisa memberikan efek terhadap ASI.

Halaman Selanjutnya
img_title