dr Reisa: Pakai Masker Selamatkan Nyawa
VIVA – Memakai masker merupakan protokol kesehatan yang wajib diterapkan masyarakat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar. Memakai masker sendiri memiliki peranan besar dalam pencegahan penyebaran virus corona.
Pentingnya menggunakan masker, ini kembali dikampanyekan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan Gerakan Pakai Masker.
Ketua Umum, Gerakan Pakai Masker, Sigit Pramono menjelaskan bahwa Gerakan Pakai Masker yang didirikan sejak Juni 2020 lalu ini merupakan gerakan kemanusiaan yang dilakukan untuk membantu masyarakat dan pemerintah secara tidak langsung untuk mengampanyekan tentang pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi COVID-19.
"Berdiri sejak Juni tahun lalu sudah lakukan penyuluhan pasar rakyat, pesantren, bersama kemenparekraf di destinasi wisata kita melakukan kegiatan penyuluhan. Gerakan kami ini kita bukan hanya bagi masker, kami justru fokus bagaimana mengedukasi masyarakat, penyuluhan agar sadar kewajibannya untuk memakai masker,menjaga jarak dan mencuci tangan," kata dia dalam acara Bincang Bincang Program CHSE dan Gerakan Pakai Masker seperti dikutip dari channel YouTube Kemenparekraf, Selasa 2 Februari 2021.
Di sisi lain, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, dr. Reisa Brotoasmoro menjelaskan bahwa memakai menggunakan masker di tengah pandemi ini sangat penting sebagai upaya pencegahan dari penularan virus corona yang hingga saat ini tidak diketahui kapan akan berakhir.
"Memakai masker merupakan kunci utama karena kita tahu penularannya melalui droplet yang keluar dari mulut kita, hidung ketika kita berbicara, ngobrol, batuk, bersin," kata dia.
Tidak hanya itu saja, memakai masker dan diikuti dengan menjaga jarak serta mencuci tangan, kata Reisa dapat menyelamatkan nyawa dan juga perekonomian.
"Dari sisi kesehatan menyelamatkan nyawa karena dia tidak terinfeksi, dari sisi pekerjaan parekraf menyelamatkan dari sisi perekonomian, mungkin orang tidak terinfeksi tapi enggak bisa makan karena gak bisa kerja karena enggak tahu apa yang harus dilakukan di tengah-tengah itu. Jadi solusi kita bagaimana menerapkan perekonomian jalan, kita tetap hidup produktif dengan 3M," kata dia.
Reisa pun kembali mengingatkan, bahwa dimanapun berada, dimanapun bekerja, berkarya berinteraksi dengan orang lain, setiap orang minimal harus melakukan 3M. Mulai dengan memakai masker diikuti dengan menjaga jarak adn mencuci tangan.