Ternyata, Terapi Musik Bisa Sembuhkan Stroke Hingga Depresi

Ilustrasi stroke.
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Ketika sedang mendengarkan atau memainkan musik, biasanya apa yang kamu rasakan? Mood meningkat, bersemangat, lebih mudah berkonsentrasi, atau pikiran menjadi lebih tenang?

img_title Musik Modern Tak Lagi Terikat Genre, Perpaduan Dangdut, Pop, dan Elektronik Makin Menarik

Tahukah kamu, lebih dari itu, ternyata musik juga dapat digunakan sebagai terapi untuk pengobatan dengan kondisi tertentu, lho. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terapis musik Siloam Hospitals Lippo Village, Jessica Hariwijaya, S. SN, NMT, menjelaskan, musik terapi dapat menciptakan ruang untuk berkembang, memberikan kesempatan untuk berkomunikasi tanpa diperlukan kata-kata, dan menggariskan perbedaan antara isolation dan connection. 

img_title Lebih dari Sekadar Nada dan Lirik, Musik Kini Menjadi Wadah Kreativitas

"Terapi musik sudah terbukti secara klinis mampu membantu menangani masalah kejiwaan yang berhubungan dengan penyakit emosional, kognitif, hingga masalah sosial," ujarnya saat live di Instagram dalam sesi Edukasi Kesehatan, baru-baru ini.

Menurut Jessica, terapi musik dapat diikuti oleh orang-orang yang mengalami berbagai masalah kesehatan mental, seperti sering mengalami depresi dan trauma karena kejadian tertentu, penderita autisme atau anak berkebutuhan khusus, orang yang mengalami kerusakan otak seperti stroke atau cedera otak traumatis, serta penderita gangguan jiwa dan orang yang mengidap demensia atau pikun. 

img_title Penikmat Musik Merapat! Kulineran di Synchronize Fest Tahun Ini Bisa Skip Antre, Begini Caranya

"Lewat terapi musik, orang-orang tersebut dapat lebih peka terhadap emosi, sekaligus membangun koneksi dengan orang-orang yang mereka sayangi," kata dia. 

Lalu, apa saja manfaat yang didapat jika melakukan terapi musik untuk orang yang mengalami kerusakan otak seperti stroke? 

"Bagi pasien stroke, terapi musik memiliki sejumlah manfaat yang berkaitan dengan peningkatan gerak tubuh, antara lain, meningkatkan kemampuan daya ingat, dapat memberikan relaksasi dan meningkatkan mood, menstimulasi otak dan koordinasi gerak tubuh, serta membantu pengalihan rasa sakit yang dialami pasien," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Jessica, dalam banyak studi ditemukan bahwa fungsi otak dan motorik pasien stroke lebih meningkat ketika diberikan terapi musik dalam program rehabilitasi. Lebih lanjut, mereka yang menjalani terapi musik memiliki kontrol lebih baik terhadap perasaan depresi, gelisah, dan cemas dibandingkan yang tidak menerima terapi musik. 

"Oleh karena itu, terapi musik banyak direkomendasikan bagi pasien stroke di tengah menjalani pengobatan medis secara umum," kata Jessica Hariwijaya 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut