Apakah Wanita Transgender Bisa Hamil?

Ilustrasi hamil/ibu hamil.
Sumber :
  • Freepik/lookstudio

VIVA – Kehamilan adalah sebuah berkah luar biasa bagi seorang wanita. Namun, akhir-akhir ini muncul pertanyaan, apakah wanita transgender bisa hamil?

img_title Ibu di Palmerah Bawa Anak ke Puskesmas karena Flek, Ternyata Hamil 6 Bulan karena Diperkosa Ayah Kandung

Dilansir dari laman Medical News Today, Senin, 3 Mei 2021, siapa pun yang memiliki rahim dan ovarium bisa hamil dan melahirkan. Sedangkan orang yang terlahir sebagai pria dan hidup sebagai pria tidak bisa hamil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, pria transgender atau non-biner, yang terlahir dengan jenis kelamin perempuan, punya kemungkinan untuk hamil.

img_title Data Kemenkes Ungkap 6 Juta Pasangan Usia Subur Alami Infertilitas! Bukan Cuma Istri, Suami Juga Perlu Diperiksa

Tetapi, perlu dicatat bahwa beberapa pria transgender atau non-biner mungkin menggunakan terapi testosteron, untuk membantu menekan efek estrogen sekaligus merangsang perkembangan karakteristik seks sekunder maskulin.

Itu termasuk pertumbuhan otot, redistribusi lemak tubuh, meningkatkan pertumbuhan rambut di tubuh dan wajah dan suara yang lebih dalam

img_title Kabar Gembira! 2 Badak Sumatera di Taman Nasional Way Kambas Hamil

ResearchTrusted Source menunjukkan bahwa menstruasi juga biasanya berakhir dalam 12 bulan setelah mereka memulai terapi testosteron dan seringkali dalam 6 bulan, yang dapat membuat kehamilan lebih sulit tetapi bukan tidak mungkin.

Meskipun terapi testosteron tidak membuat orang menjadi tidak subur, seseorang mungkin memiliki peluang lebih tinggi mengalami solusio plasenta, persalinan prematur, anemia dan hipertensi.

Jika seseorang telah menjalani histerektomi parsial, yang melibatkan pengangkatan rahim tetapi bukan ovarium, leher rahim dan saluran tuba, ada kemungkinan telur yang telah dibuahi menempel ke saluran tuba atau perut, mengakibatkan kehamilan ektopik.

Namun, ini sangat jarang terjadi, dan menurut review 2015Trusted Source, hanya ada 71 kasus yang tercatat sejak 1895.

Lalu, bagaimana dengan wanita transgender yang terlahir dengan jenis kelamin laki-laki?

Seseorang bisa hamil jika mereka memiliki rahim. Rahim adalah tempat janin berkembang. Sementara pria memiliki organ reproduksi, yakni testis dan penis, tetapi tidak memiliki rahim.

Dalam kebanyakan kasus, termasuk pria yang berhubungan seks dengan sesama pria tidak mungkin menghasilkan kehamilan. Namun, ahli menyebut bahwa penelitian baru tentang transplantasi rahim membuat kehamilan pria mungkin saja bisa terjadi di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Transplantasi rahim

Transplantasi rahim sendiri adalah prosedur pembedahan yang relatif baru, yang melibatkan transplantasi rahim yang sehat ke dalam tubuh seseorang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut