Varian Delta Mengganas di Kudus, Pakar IDI Beri Peringatan

COVID-19
Sumber :
  • Indian Express

VIVA – Varian India atau disebut juga dengan delta varian baru COVID-19, mulai menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Terbukti, varian tersebut kian meluas dan menambah kasus COVID-19 di daerah Kudus, Jawa Tengah.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Diketahui, saat ini Kudus tengah disorot akibat lonjakan kasus COVID-19. Ketua Satuan Gugus Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, pun memperingatkan temuan puluhan varian delta di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Peringatan. Varian India (Delta) ditemukan pada 28 warga Kudus. Sedikit kelalaian kita, maka bisa menyebabkan bahaya lebih besar," jelasnya dalam cuitan di akun twitter @ProfesorZubairi, Senin 14 Juni 2021.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Bentuk kelalaian masyarakat, akibat melonggarkan protokol kesehatan di bulan ramadhan serta hari raya Idul Fitri kemarin. Serta, diduga tingginya pemudik yang berdatang, mempermudah kasus COVID-19 makin meluas.

"Australia, yang kontrol perbatasannya ketat, bisa ditembus varian ini--yang memang punya transmisibilitas lebih cepat dibanding varian lain. Waspada," kata penemu kasus HIV pertama di Indonesia itu.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Apa itu varian delta?

Dikutip dari laman Web MD, varian delta pertama kali terdeteksi di India pada Desember 2020 dan kini telah menyebar ke 60 negara, lapor CDC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkannya sebagai varian kekhawatiran global keempat, bersama dengan yang pertama kali diidentifikasi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

Di India, varian ini dianggap menjadi niang kerok di balik lonjakan infeksi COVID-19 kedua, bahkan disebut sebagai tsunami COVID-19. Sebab, pasien COVID-19 yang tewas di India lebih dari 6.000 pada hari Kamis lalu, rekor tertinggi harian dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gejala varian delta

Varian tersebut tampaknya menyebabkan gejala yang sangat parah. Beberapa gejala seperti sakit perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, gangguan pendengaran, dan nyeri sendi.

Ganesh Manudhane, MD, seorang ahli jantung di Mumbai, India, mengatakan beberapa pasien mengalami pembekuan darah kecil yang sangat parah sehingga menyebabkan gangren. Manudhane mengatakan dia telah merawat delapan pasien untuk pembekuan darah selama 2 bulan terakhir dan dua membutuhkan amputasi jari atau kaki.

Dikutip dari laman NY Times, Dokter India juga melaporkan bahwa COVID-19 sekarang mempengaruhi lebih banyak orang muda yang belum dirawat di rumah sakit dan menginfeksi seluruh keluarga pada saat yang sama, bukan hanya individu.

Ketika varian Delta dari virus corona menyebar di Cina tenggara, para dokter mengatakan mereka menemukan bahwa gejalanya berbeda dan lebih berbahaya daripada yang mereka lihat ketika versi awal virus mulai menyebar pada akhir 2019 di pusat kota Wuhan.

Pasien menjadi lebih sakit dan kondisi mereka memburuk jauh lebih cepat, kata dokter kepada televisi pemerintah pada Kamis dan Jumat. Empat perlima dari kasus bergejala mengalami demam, kata mereka, meskipun tidak jelas bagaimana dibandingkan dengan kasus sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut