Kasus COVID-19 Tinggi, Ini 5 Solusi dari Ahli

Penumpang duduk dengan menjaga jarak di dalam kereta MRT
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

VIVA – Angka kasus COVID-19 di Indonesia terus meroket tajam. Secara keseluruhan, total sudah ada 2.033.421 warga Indonesia yang terinfeksi virus corona, sejak diumumkan pemerintah pada Maret 2020 lalu. 

img_title RS Mitra BPJS Kesehatan Bertambah, Peserta JKN Kian Mudah Jangkau Faskes

Data per hari ini, 23 Juli 2021, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan, ada penambahan kasus positif sebanyak 15.308 orang, yang tercatat sebagai kasus harian. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyoroti tingginya kasus COVID-19 di Indonesia, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI sekaligus Guru Besar FKUI, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengusulkan lima hal sebagai solusi atas permasalahan ini. Apa saja? 

img_title Nasib Guru dan Nakes saat Gaji PPPK Rp23 Triliun Ditanggung APBN, Tapi Uang yang Turun ke Daerah Lambat

1. Pembatasan harus diperketat lebih kuat lagi

"Kasus kita pernah sehari 3 ribuan, sekarang 14 ribuan (data 22 Juni 2021). Ini kan 5 kali lipat lebih tinggi naiknya. Kalau kasus baru 5 kali lipat lebih tinggi naiknya, mestinya pengetatannya harusnya 5 kali lipat lebih tinggi, kalau pakai analogi," ujarnya saat live di Instagram @vivacoid, Rabu 23 Juni 2021. 

img_title Mendagri Ungkap Bayi Bakal Dapat Akta Kelahiran Digital jika Lahir di Luar Faskes

Prof. Tjandra menambahkan, meski upaya pengetatan sudah dilakukan kemarin-kemarin, namun dia menyarankan untuk lebih diperketat lagi, agar penularan COVID-19 di masyarakat dapat terkendali. 

"Termasuk, masyarakat kalo gak terpaksa sekali gak usah keluar rumah demi keselamatan kita. Ini bukan untuk mengikuti anjuran pemerintah, tapi demi keselamatan kita sendiri," kata dia. 

2. Jumlah tes ditingkatkan secara maksimal

Menurut Tjandra, saat ini jumlah tes COVID-19 di Indonesia belum cukup banyak untuk menemukan kasus-kasus yang ada di masyarakat. Jika tes dilakukan secara maksimal, maka kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) COVID-19, bisa ditemukan. 

"Kalau ketemu, mereka bisa ditangani atau diisolasi atau dikarantina, sehingga tidak menular lagi ke orang lain. Jadi, mestinya semua tempat, semua provinsi, semua kabupaten kota itu melakukan tes yang besar, supaya ditemukan orang yang sakit kemudian dilakukan isolasi, sehingga mereka tidak menularkan lagi ke masyarakat di sekitarnya," pungkas dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Kesiapan rumah sakit dan faskes layanan kesehatan

"Bukan hanya rumah sakit saja yang harus disiapkan, tapi juga dengan fasilitas kesehatan primer, puskesmas, harus disiapkan semua. Dan kalau bed gak ada, memang bed bisa ditambah. Tapi jangan lupa orangnya juga ditambah," kata dia mengingatkan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut