Ini Obat COVID-19 yang Mendapatkan EUA dari BPOM

Ilustrasi obat Remdesivir
Sumber :
  • Twitter

VIVA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan atau BPOM, Penny K Lukito dalam  dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI Senin 5 Juli 2021, mengatakan saat ini hanya dua obat COVID-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA). 

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Dua obat tersebut adalah Remdesivir dan Favipirafir. Namun dalam penggunaannya tetap tidak boleh sembarangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Memang obat yang sudah mendapatkan EUA sebagai obat COVID-19 baru dua, remdesivir dan favipiravir. Tapi tentu saja, berbagai obat yang juga digunakan sesuai dengan protap yang sudah disetujui tentunya dari organisasi profesi ini juga kami dampingi untuk percepatan apabila membutuhkan data pemasukan atau data untuk distribusinya," kata Penny dalam paparannya, Senin 5 Juli 2021.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Selain itu, kata Penny, BPOM juga sudah mengeluarkan informatorium obat COVID-19. Di dalam informatorium obat sudah ada rencana pengobatan pasien COVID-19 dari kalangan anak.

"Saat ini Badan POM juga sudah mengeluarkan informatorium obat COVID Indonesia yang disusun bersama lima organisasi profesi dan tenaga ahli, dan juga saya kira di dalamnya sudah ada indikasi-indikasi pengobatan untuk pasien COVID-19 anak-anak," ujarnya.

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

Dalam paparannya, Penny menyebutkan jenis zat aktif atau bentuk sediaan yang telah mendapat EUA dari BPOM. Yaitu Remdesivir serbuk injeksi, dengan nama obat Remidia, Cipremi, Desrem, Jubi-R, Covifor, Remdac.

Remdesivir larutan konsentrat untuk infus, dengan nama obat Remeva. Sedangkan Favipiravir, dengan nama obat Avigan, Favipiravir, Favikal, Avifavir, dan Covigon.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VIVA.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut