Ahli: Usai Isoman Tak Perlu Tes PCR Lagi

Tenaga medis melakukan tes usap atau swab test.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/FB Anggoro

VIVA – Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri atau isoman, biasanya melalukan dua kali tes swab PCR. Pertama, saat di awal pasien dinyatakan positif dari pemeriksaan antigen, kemudian yang kedua setelah selesai melakukan isoman. 

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Hal itu dilakukan untuk memastikan orang yang bersangkutan sudah negatif dari COVID-19 atau meyakinkan bahwa sudah tidak ada virus lagi di dalam tubuhnya. Namun, ternyata hal itu tidak perlu dilakukan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter spesialis paru, dr. Erlina Burhan mengatakan, seseorang yang terkonfirmasi positif COVID-19 tak perlu melakukan swab PCR lagi, usai selesai menjalani isolasi mandiri. Hal ini berlaku untuk pasien positif COVID-19 tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan. 

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

"Jadi memang aturan dari kementerian adalah bahwa untuk orang-orang yang isolasi mandiri di rumah, artinya orang yang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan, memang tidak perlu dilakukan pemeriksaan PCR ulang," ujarnya saat webinar VIVA Talk yang diadakan oleh VIVA.co.id, Rabu 21 Juli 2021. 

Lebih lanjut, dokter Erlina menjelaskan alasan mengapa tidak perlu melakukan tes PCR ulang setelah selesai isoman. 

img_title Pertama dalam Sejarah, Mantan Perdana Menteri Spanyol Jadi Tersangka Korupsi

"Karena dari penelitian itu didapatkan setelah hari ke-10, biasanya virusnya sudah tidak bisa aktif lagi atau inactivated. Itulah yang mendasari kenapa tidak perlu pemeriksaan ulang PCR pada pasien-pasien yang tanpa gejala dan juga pasien-pasien dengan gejala yang ringan," ungkap dia. 

"Jadi, cukup untuk yang ringan (isoman) 10 hari tambah 3 hari bebas gejala," sambung Erlina. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Erlina kembali menegaskan, aturan tersebut juga berlaku untuk pasien COVID-19 bergejala ringan. 

"Kalau dia bergejala walaupun ringan tapi antigennya positif, itu sudah bisa dianggap sebagai terkonfirmasi positif. Nah, kalau sudah 10 hari tambah 3 hari bebas gejala, tidak perlu lagi pemeriksaan PCR apalagi antigen," tutur dr. Erlina Burhan.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VIVA.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut