dr Aisah Dahlan: Begini Cara Sikapi Suami yang Berselingkuh

Ilustrasi selingkuh.
Ilustrasi selingkuh.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Tidak dipungkiri, perselingkuhan dapat merusak hubungan rumah tangga. Namun, dokter peneliti, dr. Aisah Dahlan, CHt, CM.NLP, menjelaskan bagaimana seharusnya istri menyikapi suami yang berselingkuh dan bisa mengambil hikmah dari kejadian itu. Lalu, bagaimana caranya? 

"Langkah pertama yang harus dilakukan adalah tenang atau hening. Boleh dilakukan kalau kita yang muslim habis salat. Karena habis salat itu adalah mekanisme sedemikian rupa sehingga orang ada di keheningan setelah itu. Itu tubuh lagi butuh pemulihan kalau kaya gitu. Atau ambil waktu sebelum tidur atau pada saat lagi rileks," ujarnya di YouTube Pecinta dr Aisah Dahlan, CHt, dikutip VIVA, Senin 20 September 2021. 

Kemudian menurut dokter Aisah, hal kedua yang harus dilakukan adalah memaafkan. Pertama memaafkan diri sendiri terlebih dahulu, baru memaafkan suami. 

"Setelah itu di dalam tenang dan kita tutup mata, kita dialog 'Ya Allah kasih petunjuk bagiku, apa sebetulnya hikmahnya ini?' Tenang aja dulu, nanti akan terlihat, terdengar hikmah itu," tutur dia. 

Aisah menjelaskan, setiap orang akan mendapatkan hikmah yang berbeda-beda. Seperti apa contohnya? 

"Ada yang mendapatkannya bahwa 'Oh suamiku itu kalau dia di rumah dia mau saya jangan lama-lama di dapur, dia ingin ditemani terus. Itu muncul begitu, tapi kita jangan menyalahkan kita sebagai istri," kata dia. 

"Atau muncul juga, rupanya suamiku itu kalau dia ada, saya harus ada di belakangnya kaya paspampres. Ada suami kaya gitu. Jadi macem-macem nanti hikmah itu," ujarnya. 

Lalu menurut Aisah, ada juga tipe pria yang jika sudah masuk usia di atas 55 tahun, berubah menjadi sosok yang selalu ingin dihormati dan dihargai. 

"Dia kepengen kalau dia cerita, saya sebagai istri meresponnya yang kaya bangga gitu. Bukan malah dia dinasihati. Mulainya dari yang simpel-simpel gitu. Karena laki-laki di atas 55 tahun, hormon testosteronnya berkurang tapi hormon perempuannya nyala. Maka laki-laki itu semakin tampan, semakin ingin bersolek, semakin ingin bajunya rapi, semakin ingin dipeluk-peluk, semakin ingin ngajarin kita," tuturnya. 

Sementara untuk perempuan, menurut Aisah berlaku kebalikannya. Ketika memasuki usia di atas 45 tahun, hormon kewanitaannya semakin berkurang karena mendekati menopause. 

"Jadi kita waktu dikasih tahu suami, kita langsung 'ah udah, udah tahu.' Di sini rawannya (suami selingkuh)," ungkap dia. 

"Dan yang menjadi pencetus memudahkan perselingkuhan adalah karena alat teknologi komunikasi yang jalur pribadi lebih mudah. Zaman dulu jarang orang selingkuh karena susah, karena berselingkuhnya harus pakai surat. Tapi sekarang alat komunikasi langsung japri itu gampang banget. Kemudian ditemukan teknologi password, udah deh gak bisa kita (istri) segel," kata dr. Aisah Dahlan.