Gak Melulu Buruk, MSG Juga Punya Manfaat Ini

MSG atau micin.
Sumber :
  • Freepik

VIVA – Ada banyak kontroversi seputar penggunaan Monosodium Glutamat (MSG), terutama dalam hal kesehatan. MSG diklaim dapat menyebabkan asma, sakit kepala bahkan kerusakan otak. 

img_title Bikin Khawatir! 525 Ton Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan Gizi, Ini Merek-mereknya

Namun di sisi lain, sebagian besar sumber resmi seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), mengklaim bahwa MSG aman. Lalu, mengapa banyak orang mengira Monosodium Glutamat berbahaya? 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir Healthline, asam glutamat yang terkandung dalam MSG berfungsi sebagai neurotransmitter di otak, yang dapat merangsang sel-sel saraf untuk menyampaikan sinyalnya. Beberapa orang mengklaim, MSG menyebabkan glutamat berlebih di otak dan stimulasi sel saraf yang berlebihan. Untuk alasan tersebut, MSG diberi label eksitotoksin. 

img_title Jakarta Dikepung Masalah Sampah dan Banjir, Kapolda Metro Jaya Libatkan 1.000 Personel

Ketakutan akan MSG sudah ada sejak 1969, ketika sebuah penelitian menemukan bahwa memberikan MSG dosis tinggi pada tikus yang baru lahir menyebabkan efek neurologis yang berbahaya. 

Namun, konsumsi glutamat dalam dosis rendah atau jumlah yang tepat, tidak akan berpengaruh pada otak. Secara keseluruhan, belum ada bukti kuat bahwa MSG dapat bertindak sebagai eksitotoksin, bila dikonsumsi dalam jumlah normal. Batas yang disarankan adalah, kita tidak boleh mengonsumsi MSG lebih dari 1,7 gram per hari. 

img_title Tak Banyak yang Tahu, Begini Cara Teknologi Membantu Merawat Tanaman

Di sisi lain, MSG ternyata dapat membantu menyuburkan tanaman. Salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh Ajinomoto. Dalam memproduksi MSG, perusahaan tersebut melakukan proses Bio Cycle. 

Factory Manager sekaligus Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandryo, menjelaskan, bahan baku utama produksi MSG menggunakan tetes tebu yang melalui proses fermentasi, dari proses produksi tersebut dihasilkan produk samping pupuk Ajinomoto Foliar Fertilizer (AJIFOL). 

"AJIFOL memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman mulai dari awal tanam hingga panen, serta dengan kandungan asam amino berkualitas tinggi di dalamnya. AJIFOL juga mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit, sehingga dapat mengurangi pemakaian pestisida dan lebih ramah terhadap lingkungan," kata dia dalam keterangannya, Kamis 14 Oktober 2021. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petani menggunakan pestisida.

Photo :
  • Kementerian Pertanian

Yudho menambahkan, Departemen Agriculture Development (Agri Dev) mereka yang beroperasi di Pabrik Mojokerto, Jawa Timur, baru-baru ini juga melakukan inovasi penyemprotan AJIFOL dengan menggunakan teknologi drone.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut