Perubahan Cuaca saat Pandemi, Pakar Sebut Picu Imunitas Menurun

Ilustrasi vitamin, obat, suplemen
Ilustrasi vitamin, obat, suplemen
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA – Situasi pandemi COVID-19 di Tanah Air mulai menunjukkan tren penurunan kasus konfirmasi maupun kematian, yang terkadang memicu euphoria pada sebagian masyarakat. Padahal, virus SARS-CoV-2 ini masih nyata adanya dan kita diimbau agar tetap waspada.

Dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Alergi Imunologi, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, walaupun kondisi pandemi semakin membaik dan banyak masyarakat telah menerima vaksin, namun diharapkan tidak lengah. Prof Iris menyarankan agar tetap berupaya yang terbaik untuk menjaga kesehatan dengan terus mengoptimalkan daya tahan tubuh kita.

"Apalagi imunitas berfungsi penting sebagai garda pertama kesehatan fisik kita," ujar Prof Iris dalam acara Rhea Health Tone Re-launch Virtual Press Conference: Strategi Mempertahankan Imunitas dengan Suplemen Herbal Alami, baru-baru ini.

Prof Iris menegaskan bahwa penting untuk tetap tidak lengah menjaga kondisi imunitas lantaran sistem imunitas atau daya tahan tubuh memiliki peran besar dalam melindungi tubuh dari bakteri dan virus penyebab penyakit. Jika sistem imunitas tubuh lemah, tubuh tidak akan mampu untuk melawan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. 

"Setelah vaksin, kita dapat memberikan imunomodulator karena imunodobulator dan vaksinasi akan bekerja bersama-sama meningkatkan imun sistem, jadi tidak bertabrakan bekerjanya tetapi akan tingkatkan efek vaksinasi," kata dia.

Ada pun imunumodulator ini berbeda dengan imun booster. Imunomodulator bekerja dari suplemen yang dikonsumsi yang nantinya akan merangsang level imunitas saat kondisi tubuh menurun. Selain itu, gaya hidup serta kondisi kesehatan bawaan juga memengaruhi respons imunitas tubuh.

Musim Hujan
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

Musim Hujan