SBY Didiagnosa Kanker Prostat, Ini Cara Tepat Deteksi Dini

Ilustrasi kanker prostat.
Sumber :

VIVA – Kabar kurang baik datang dari Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dikabarkan Staf Pribadi Presiden RI Ke-6 Ossy Dermawan, SBY tengah dalam berasa kondisi kurang sehat karena dikabarkan didiagnosa mengalami kanker prostat.

img_title Kenapa Aliran Urine Pria Melemah Setelah Usia 40 Tahun, Bahayakah?

"Adalah benar Bapak SBY dalam waktu dekat akan melakukan medical check-up dan treatment di luar negeri. Sesuai dengan diagnosa dari Tim Dokter, Bapak SBY mengalami kanker prostat (prostate cancer)," kata Ossy dalam keterangannya Selasa 2 November 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bicara soal kanker prostat, memang kerap menakutkan bagi kesehatan pria secara umum. Terbukti data Globocan di Indonesia tahun 2020, kanker prostat menempati urutan ke-5 jenis kanker yang paling banyak di derita oleh pria.

img_title Perubahan Saat Buang Air Kecil yang Tak Boleh Diabaikan Pria 45 Tahun ke Atas

Warna urin penderita kanker prostat.

Photo :
  • U-Report

Dijabarkan Kepala Departemen Urologi FKUI-RSCM, Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U (K), salah satu tahapan penting dalam memulai tatalaksana kanker prostat adalah deteksi dini dan ini harus dilakukan sesegera mungkin. Pasien kanker prostat yang didiagnosis dan ditatalaksana pada stadium dini, ternyata memiliki angka harapan hidup selama 10 tahun mencapai di atas 90 persen. 

img_title Waspada Sebelum Terlambat! Obesitas dan 6 Faktor Lain Ini Bisa Picu Kanker Prostat

"Angka ini akan menurun sampai menjadi 50 persen apabila ditemukan pada stadium lanjut. Di Indonesia saat ini terdapat cukup banyak angka kejadian kasus kanker prostat baru yang ditemukan dalam stadium lanjut, oleh karena itu perlu dilakukan upaya program deteksi dini yang lebih baik dan efisien," ujar dokter Irfan dalam acara kampanye #Kenaliprostatmu, baru-baru ini.

Untuk itu, dokter spesialis urologi dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU(K), PhD menganjurkan agar deteksi dini dilakukan oleh para pria dengan tepat. Menurut Agus, mengetahui kanker prostat tak bisa sekedar diraba seperti pada kasus kanker payudara.

Ilustrasi pasien kanker prostat.

Photo :
  • U-Report

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"(Prostat) letaknya di dalam, jadi tidak mungkin ada orang tiba-tiba hanya menyentuh tangan, pipi atau organ lain, lalu mengatakan Anda kena prostat. Karena ini di dalam, di bawah kandung kencing, tidak mungkin terlihat dari luar," ujar Dokter Agus di kesempatan yang sama.

Memulai deteksi dini pada kanker prostat, dokter Agus menganjurkan agar dimulai saat pria mulai berusia di atas 45 tahun dengan riwayat kanker prostat pada keluarganya dan pria berusia di atas 50 tahun yang memiliki keluhan gangguan berkemih. Ada pun cara mendeteksinya dengan PSA atau pemeriksaan darah yang dapat dilakukan setahun sekali bersamaan dengan medical check-up.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut