Alami Kematian Janin, Haruskah Angkat Rahim?

Ilustrasi hamil/ibu hamil.
Ilustrasi hamil/ibu hamil.
Sumber :
  • Freepik/user18526052

VIVA – Kematian janin intrauterin dapat terjadi pada setiap tahap kehamilan, termasuk persalinan dan kelahiran. Ada pun kondisi yang juga disebut dengan Intrauterine Fetal Death (IUFD) mengacu pada kematian janin yang sudah berusia 20 minggu kehamilan saat berada di dalam rahim.

Secara global, hampir setengah dari semua kasus kematian janin intrauterin terjadi saat ibu melahirkan. Gejala kematian janin yang paling sering dikeluhkan adalah timbulnya bercak merah atau berdarah selama kehamilan.

Tanda lainnya yakni sakit dan kram mendadak, minim atau tak ada tendangan dan gerakan janin sama sekali, serta detak jantung tak terdeteksi dengan stetoskop. Lantas, apabila janin terdiagnosa telah meninggal apakah rahim harus diangkat? Seperti apa penanganannya dengan tepat?

Penanganan

Dikutip dari laman Flo Health, jika USG memastikan janin telah meninggal, dokter Anda akan merekomendasikan pilihan berdasarkan kondisi ibu. Beberapa wanita harus segera melahirkan karena alasan medis, tetapi lebih umum menunggu sampai persalinan terjadi secara alami. Namun, sejauh ini belum ada penanganan dengan pengangkatan rahim. Berikut penanganan pada IUFD.

Ilustrasi hamil/ibu hamil.

Ilustrasi hamil/ibu hamil.

Photo :
  • Freepik/lookstudio

Persalinan yang diinduksi