Varian COVID-19 Baru Mengancam, Sudah Perlukah Vaksin Booster?

Ilustrasi vaksin.
Ilustrasi vaksin.
Sumber :
  • Freepik/jcomp

VIVA – Meski angka COVID-19 sudah menurun dan banyak yang sudah menerima vaksin lengkap, para ahli belum menghilangkan kemungkinan potensi gelombang ketiga. Dengan munculnya varian baru dan melemahnya kewaspadaan, dunia akan terus berada dalam risiko dan imunitas dari vaksin yang memudar menambah kekhawatiran itu.

Di tengah situasi tersebut, ada banyak pembicaraan mengenai penggunaan booster dan kebutuhan untuk melindungi individu dari berbagai varian yang ada.

Saat ini, vaksin COVID-19 booster sudah diperkenalkan di beberapa bagian di dunia dan pembicaraan mengenai efikasi dan efek sampingnya juga masih terus berlanjut.

Vaksin booster diharapkan bisa memberikan perlindungan lebih baik dengan adanya kekhwatiran kekebalan vaksin sebelumnya yang menurun. Diyakini bahwa booster bisa meningkatkan imunitas dan membangun imunitas yang lebih bertahan lama. Meski begitu, masih dibutuhkan riset lebih lanjut untuk melihat apakah semua orang perlu booster.

Lantas, apakah kita sudah butuh vaksin booster? Menurut pernyataan WHO, vaksinasi utama saat ini harus menjadi prioritas dibanding vaksin booster.

"Menawarkan dosis booster kepada proporsi besar sebuah populasi saat masih banyak yang belu mendapat bahkan dosis pertama akan mengacaukan kesetaraan nasional dan global," ujar WHO dikutip laman Times of India.

WHO menambahkan, memprioritaskan booster dibanding cakupan vaksin awal juga bisa merusak prospek mitigasi global terhadap pandemi, dengan implikasi yang parah terhadap kesehatan, kesejahteraan sosial dan ekonomi penduduk dunia.