Varian Omicron Turunkan Efikasi Vaksin? Ini Tanggapan Menkes

Ilustrasi COVID-19/virus corona
Ilustrasi COVID-19/virus corona
Sumber :
  • Pixabay/mattthewafflecat

VIVA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan terkait dengan mutasi varian COVID-19 B.1.1.529 atau varian omicron yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan awal November ini. Menkes Budi juga menjelaskan tentang kemungkinan dari varian omicron ini menurunkan efikasi vaksin.

"Apakah dia (Omicron) bisa escape immunity atau menurunkan kemampuan antibodi dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya, kemungkinan besar iya. Balik lagi belum di confirm (konfirmasi)," kata Menkes Budi dalam virtual conference Minggu 28 November 2021.

Di sisi lain, terkait kemampuan varian baru ini yang disebut-sebut meningkatkan keparahan pasien yang terinfeksi, Budi menjelaskan bahwa mutasi omicron ini belum ditemukan adanya indikasi varian ini dapat meningkatkan keparahan pada pasien.

Namun, Budi mengatakan, varian Omicron ini kemungkinan besar lebih infeksius ketimbang varian-varian sebelumnya. "Kemungkinan lebih cepat menular dibanding varian Delta dan re-infeksi," ujarnya.

Ilustrasi vaksin COVID-19.

Ilustrasi vaksin COVID-19.

Photo :
  • Pixabay/pearson0612

Di sisi lain, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan hingga saat ini vaksin masih tetap efektif untuk mencegah paparan virus COVID-19.

"Vaksin tetap masih baik sampai hari ini, ini kan baru dugaan belum ada berita yang pasti kita harus pegang data. Jadi semua keputusan yang dibuat pemerintah itu berbasis data bukan berbasis katanya," kata Luhut.

Diberitakan Budi Gunadi varian Omicron pertama kali ditetapkan sebagai Variant of Concern oleh WHO pada 26 November lalu. Setelah dua hari sebelumnya WHO menetapkan varian omicron ini masuk sebagai variant under investigation.