Makan Ikan Saat Hamil Bahaya Bagi Janin, Mitos atau Fakta?

Ilustrasi hamil/ibu hamil.
Ilustrasi hamil/ibu hamil.
Sumber :
  • Freepik/user18526052

VIVA – Sepanjang pandemi, tantangan baru banyak dihadapi khususnya pada sisi kesehatan anak-anak di Tanah Air. Termasuk dalam penanggulangan stunting atau ditandai dengan pertumbuhan anak terhambat disebabkan kurang gizi. 

Plt. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Kartini Rustandi menyoroti kekhawatiran masyarakat untuk mengunjungi Puskesmas semasa pandemi. Meski dalam situasi pandemi, Kartini mengatakan beberapa upaya tetap dapat dilaksanakan guna memastikan anak bertumbuh dengan sehat. Salah satunya, para ibu harus rutin memeriksakan berat badan selama kehamilan.

"Ini untuk mengetahui apakah dia mengalami kenaikan berat badan yang cukup," ujar Kartini dalam Dialog Produktif Semangat Selasa oleh KPC-PEN secara virtual, Selasa 30 November 2021.

Kartini menjelaskan banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting, bukan hanya pada asupan makanan, melainkan juga pola asuh, pola makan, budaya setempat. Sebagai contoh, pemahaman lokal yang salah seperti makan ikan bisa mengganggu kesehatan. Hoaks yang demikian dapat berdampak pada asupan gizi anak atau ibu hamil.

Ilustrasi anak

Ilustrasi anak

Photo :
  • Freepik/gpointstudio

“Ada yang bilang makan ikan nggak bagus untuk kehamilan. Itu keliru. Justru kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral sangat perlu di masa kehamilan,” tambahnya.

Kartini mengimbau agar para ibu mempersiapkan dan memantau pertumbuhan serta perkembangan anak dengan baik, melalui Posyandu dengan disertai prokes. Di daerah-daerah tertentu para kader dan tenaga kesehatan juga datang dari rumah ke rumah.