Varian Omicron Lebih Rentan Intai Anak dan Balita?

Anak dan COVID-19
Anak dan COVID-19
Sumber :
  • Times of India

VIVA – Varian Omicron sudah kian menyebar di sejumlah negara dan membuat kekhawatiran baru jelang akhir tahun. Terlebih, para pakar khawatir kemampuan varian baru COVID-19 itu mengintai kelompok anak lantaran belum divaksin secara menyeluruh.

Saat para ilmuwan mengumpulkan lebih banyak data tentang strain super, satu tanda yang mengkhawatirkan adalah bahwa itu dapat menginfeksi anak-anak pada tingkat yang lebih tinggi daripada sebelumnya.

Data berasal dari Afrika Selatan, tempat varian Omicron memicu gelombang keempat secara tiba-tiba. Varian tersebut sekarang mendominasi di negara itu, namun masih belum jelas bagaimana sifat varian tersebut dari satu negara ke negara lain.

Tetapi para ahli Inggris mengatakan itu berpotensi masalah besar yang harus kita hadapi. Alasannya cukup kuat, sebab masih banyak anak-anak yang belum bisa diberikan vaksin COVID-19.

Anak-anak sampai sekarang sebagian besar tidak terpengaruh oleh virus, hanya menderita penyakit ringan di sebagian besar kasus.

Pada tahap ini, masih belum jelas bagaimana kemunculan Omicron akan mengubah keadaan tersebut. Tetapi gejala umum COVID-19 telah sedikit berubah melalui pandemi sebagai tanggapan terhadap varian baru dan vaksin.

Gejala pada Anak
Dokter yang pertama kali membunyikan alarm tentang varian Omicron mengklaim bahwa itu menyebabkan gejala yang berbeda. Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Dr Angelique Coetzee, mengatakan gejala utama Omicron yang dia lihat pada pria muda adalah Kelelahan, nyeri tulang, dan Sakit kepala.