Beredar Isu Doping pada Atlet Bola Thailand, Ketahui Apa Itu Doping?
- ANTARA FOTO/FLONA TOBING
VIVA – Tim nasional bola Thailand diketahui berhasil menang melawan Indonesia 4-0 pada leg pertama piala AFF yang digelar pada Rabu 29 Desember 2021. Di tengah kabar kemenangan timnas Thailand, isu penggunaan doping timnas Thailand ramai diperbincangkan di media sosial.
Kabar ini bermula dari unggahan akun YouTube yang berjudul AFF GEMPAR THAILAND DI DISKUALIFIKASI PERTANDINGAN HARUS DI ULANG…, yang tayang 30 Desember 2021.
Video yang kini sudah ditonton lebih dari 180 ribu kali ini, disebutkan jika ada salah satu pemain Thailand yang diduga doping sebelum pertandingan.
“Panitia Piala AFF masih merahasiakan nama pemain (Thailand) itu,” sebut akun YouTube itu.
Baik Thailand maupun Indonesia, sebenarnya keduanya tengah terkena sanksi dari WADA atau Lembaga Anti-Doping Dunia sejak Oktober lalu. Sanksi tersebut mengharuskan Indonesia maupun Thailand tidak diperbolehkan menggunakan bendera negara di ajang olahraga Internasional.
Lantas apa itu doping yang dimaksudkan? Dilansir dari laman BBC, doping merupakan zat terlarang yang dikonsumsi atlet untuk meningkatkan performa mereka. Ada lima kelas obat terlarang, yang paling umum adalah stimulan dan hormon. Ada risiko kesehatan yang terlibat dalam mengambilnya dan mereka dilarang oleh badan pengatur olahraga.
Menurut Badan Anti-Doping Inggris, zat dan metode dilarang jika memenuhi setidaknya dua dari tiga kriteria berikut: meningkatkan kinerja, menimbulkan ancaman bagi kesehatan atlet, atau melanggar semangat olahraga.
Penggunaan doping dalam olahraga sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, tetapi selama tahun 1920-an pembatasan penggunaan narkoba dalam olahraga dianggap perlu pertama kali. Pada tahun 1928 Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF) badan pengatur dunia atletik menjadi federasi olahraga internasional pertama yang melarang doping.
Pada tahun 1966, organisasi bersepeda dan sepak bola dunia adalah yang pertama memperkenalkan tes doping di kejuaraan dunia masing-masing, dengan tes Olimpiade pertama pada tahun 1968, di Olimpiade Musim Dingin di Grenoble dan Olimpiade Musim Panas di Meksiko. Pada 1970-an, sebagian besar federasi internasional telah memperkenalkan pengujian narkoba.
Sebuah skandal narkoba besar di Tour de France 1998 menggarisbawahi perlunya sebuah badan internasional independen untuk menetapkan standar dalam pekerjaan anti-doping. Badan Anti-Doping Dunia (WADA) didirikan pada tahun berikutnya.