Konsumsi Gula Picu Pasien Diabetes Merasa Lemas, Kok Bisa?

Ilustrasi pengecekan diabetes.
Ilustrasi pengecekan diabetes.
Sumber :
  • Pixabay/TesaPhotography

VIVA – Sering merasa lelah dan lemas kerap menjadi tanda diabetes mengintai. Salah satu pemicunya sendiri, tanpa disadari, akibat mengonsumsi gula berlebihan. Kok bisa ya?

Rupanya, mengonsumsi gula berlebihan bisa dikaitkan dengan penurunan otot, di mana akhirnya memicu menurunnya kemampuan mobilitas. Kekuatan tubuh untuk bergerak, berjalan, apalagi mengangkat beban akan menurun signifikan ketika massa otot berkurang. 

Kondisi demikian juga akan menyebabkan kekuatan tulang ikut terkoreksi lantaran minim bergerak. Maka dari itu, tak heran pada pasien diabetes kelebihan gula justru memicu rasa lemas dan sulit bergerak.

Dijelaskan dokter spesialis orthopedi, dr. James Meinheart Pelealu, Sp.OT(K), bahwa asupan gula secukupnya dapat digunakan sebagai energi dalam tubuh. Jika berlebihan, justru membuat penumpukan gula, sehingga memicu rasa lelah, terutama bagi pasien diabetes.

Ilustrasi diabetes/gula darah.

Ilustrasi diabetes/gula darah.

Photo :
  • Pixabay/TesaPhotography

"Bila berlebihan justru enggak dipakai, ujung-ujungnya insulin jelek, diabetes keluar. Makin menurunkan massa otot karena tidak ada asupan untuk ototnya. Makanya orang-orang diabetes disarankan olahraga untuk perkuat massa otot juga," tuturnya dalam acara Hidup Sehat, tvOne, Senin 17 Januari 2022.

Bicara mengenai massa otot sendiri, diet yang dikonsumsi harus seimbang bagi semua orang. Sebab pada dasarnya, massa otot membutuhkan asupan dari karbohidrat, lemak, dan terutama protein.