Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Omicron Didominasi Transmisi Lokal

Ilustrasi varian Omicron.
Ilustrasi varian Omicron.
Sumber :
  • Pixabay/geralt

VIVA – Kemenkes imbau masyarakat untuk tetap waspada dengan penularan COVID-19. Berdasarkan data New All Record Kementerian Kesehatan tanggal 1-22 Januari 2022, jumlah kasus konfirmasi nasional terus meningkat dalam 4 minggu terakhir. Proporsi kasus didominasi transmisi lokal, tidak lagi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

"Yang perlu kita lakukan yang pertama adalah kita tidak perlu panik tapi harus terus waspada dan hati-hati karena memang laju penularannya tinggi. Kita perlu, memastikan protokol kesehatan tetap berjalan, memakai masker, mencuci tangan, dan mengurangi kerumunan," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin pada konferensi pers virtual, beberapa waktu lalu.

Menurut data per 22 Januaei 2022, sebanyak 90,1 persen kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal. Pemerintah akan mempercepat pelaksanaan vaksinasi terutama untuk Lansia.

Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Photo :
  • VIVA.co.id/ Willibrodus

"Kami juga tekan kan karena paling banyak kasus Omicron terjadi di DKI Jakarta dan Jabodetabek, maka dalam 23 minggu ke depan kita akan mempercepat vaksinasi di sana," tutur Menkes Budi.

Data dari berbagai negara, varian Omicron menunjukkan risiko perawatan dan juga tingkat kematian yang cukup rendah, namun memiliki kecepatan penularan yang tinggi yang menyebabkan jumlah kasus harian meningkat tajam dan berpotensi untuk meningkatkan jumlah perawatan di rumah sakit dalam waktu dekat. Untuk itu masyrakat harus tetap waspada, menjalankan protokol kesehatan dna menjaga kebersihan.

Selain itu, Pemerintah telah banyak melakukan upaya untuk penanggulangan COVID-19 di Indonesia. Salah satunya dengan percepatan pemberian izin edar produk dalam negeri untuk komoditi alat kesehatan (Alkes) dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) yang dibutuhkan melalui mekanisme One Day Service.