9 Faktor Kehamilan Risiko Tinggi, Beserta Penanganannya

Ilustrasi hamil/ibu hamil.
Sumber :
  • Freepik/user18526052

Dr.Med. dr. Damar Prasmusinto. Sp.OG (K) FM menegaskan bahwa dia dan tim selalu fokus untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas. Apalagi telah telah didukung dengan sumber daya manusia yang handal di bidangnya serta fasilitas peralatan medis yang canggih.

img_title Polisi Bocorkan Rentetan Cerita Nyawa Bayi 20 Bulan Disikat Ayah dan Ibunya di Jakarta Selatan

“Masalah kehamilan risiko tinggi, di Jakarta itu ahlinya hanya ada 20 orang dan seperlimanya ada di sini. Kita hanya bisa disaingi rumah sakit pemerintah pendidikan, kalau yang swasta paling lengkap di sini,” ujar Dr.Med. dr. Damar Prasmusinto. Sp.OG (K) FM menjelaskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa yang harus dilakukan ketika Moms memiliki kehamilan risiko tinggi?

img_title Tak Sanggup Biayai, Ibu Kandung dan Ayah Tiri Tega Habisi Bayi 20 Bulan di Toilet Umum Pasar Kebayoran Lama

1. Periksakan diri secara rutin, terutama di masa-masa awal kehamilan

Minggu-minggu pertama adalah masa penting pertumbuhan awal bayi. Ibu hamil dapat memeriksakan kehamilan mereka untuk mendeteksi dan menangani kemungkinan kelainan pada bayi. Dengan pemeriksaan rutin, dokter juga dapat memberikan penanganan dini jika Anda berisiko atau terdeteksi mengalami diabetes gestasional dan preeklampsia.

img_title Awal Mula Cerita Dokter Cabuli Anaknya Sejak 2025, Polisi Bongkar Siasat Pelaku

2. Konsumsi vitamin hamil

Mengonsumsi vitamin asam folat setidaknya 400 mikrogram per hari sebelum dan selama 3 bulan pertama kehamilan dapat membantu mencegah cacat tubuh pada bayi, terutama saraf tulang belakang dan otak. Beberapa vitamin pra-kehamilan mengandung 800-1000 mikrogram asam folat yang masih tergolong aman. Namun sebaiknya hindari mengonsumsi lebih dari 1000 mikrogram asam folat

3. Jaga berat badan agar tetap normal

Kehamilan identik dengan pertambahan berat badan. Tapi usakahan jangan sampai melebihi 11-15 kilogram. Terlalu sedikit berat badan yang bertambah juga termasuk ke dalam kategori kehamilan risiko tinggi karena risiko kelahiran prematurnya tinggi. Sebaliknya, berat badan yang berlebihan selama hamil membuat ibu berisiko mengalami diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Menghentikan kebiasaan yang membahayakan janin

Merokok, mengonsumsi minuman keras, serta terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dapat meningkatkan risiko kelainan mental dan fisik pada bayi dalam kandungan. Dengan menghindari ketiganya, Anda dapat memperkecil risiko praeklamsia dan risiko melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. Kondisi-kondisi ini umum dialami oleh wanita yang melahirkan di atas usia 35 tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut