9 Faktor Kehamilan Risiko Tinggi, Beserta Penanganannya
- Freepik/user18526052
Dr.Med. dr. Damar Prasmusinto. Sp.OG (K) FM menegaskan bahwa dia dan tim selalu fokus untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas. Apalagi telah telah didukung dengan sumber daya manusia yang handal di bidangnya serta fasilitas peralatan medis yang canggih.
“Masalah kehamilan risiko tinggi, di Jakarta itu ahlinya hanya ada 20 orang dan seperlimanya ada di sini. Kita hanya bisa disaingi rumah sakit pemerintah pendidikan, kalau yang swasta paling lengkap di sini,” ujar Dr.Med. dr. Damar Prasmusinto. Sp.OG (K) FM menjelaskan.
Apa yang harus dilakukan ketika Moms memiliki kehamilan risiko tinggi?
1. Periksakan diri secara rutin, terutama di masa-masa awal kehamilan
Minggu-minggu pertama adalah masa penting pertumbuhan awal bayi. Ibu hamil dapat memeriksakan kehamilan mereka untuk mendeteksi dan menangani kemungkinan kelainan pada bayi. Dengan pemeriksaan rutin, dokter juga dapat memberikan penanganan dini jika Anda berisiko atau terdeteksi mengalami diabetes gestasional dan preeklampsia.
2. Konsumsi vitamin hamil
Mengonsumsi vitamin asam folat setidaknya 400 mikrogram per hari sebelum dan selama 3 bulan pertama kehamilan dapat membantu mencegah cacat tubuh pada bayi, terutama saraf tulang belakang dan otak. Beberapa vitamin pra-kehamilan mengandung 800-1000 mikrogram asam folat yang masih tergolong aman. Namun sebaiknya hindari mengonsumsi lebih dari 1000 mikrogram asam folat
3. Jaga berat badan agar tetap normal
Kehamilan identik dengan pertambahan berat badan. Tapi usakahan jangan sampai melebihi 11-15 kilogram. Terlalu sedikit berat badan yang bertambah juga termasuk ke dalam kategori kehamilan risiko tinggi karena risiko kelahiran prematurnya tinggi. Sebaliknya, berat badan yang berlebihan selama hamil membuat ibu berisiko mengalami diabetes gestasional dan tekanan darah tinggi.
4. Menghentikan kebiasaan yang membahayakan janin
Merokok, mengonsumsi minuman keras, serta terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein dapat meningkatkan risiko kelainan mental dan fisik pada bayi dalam kandungan. Dengan menghindari ketiganya, Anda dapat memperkecil risiko praeklamsia dan risiko melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. Kondisi-kondisi ini umum dialami oleh wanita yang melahirkan di atas usia 35 tahun.