China Deteksi Varian Baru Omicron, Diduga Picu Lonjakan Kasus COVID-19

Ilustrasi COVID-19/Virus Corona.
Ilustrasi COVID-19/Virus Corona.
Sumber :
  • pexels/Edward Jenner

VIVA – Kasus COVID-19 yang sempat melonjak akibat munculnya Omicron memberi kabar baik bagi dunia. Meski begitu, nampaknya virus ini masih belum menyerah dengan menambah kekhawatiran usai China kembali menemukan varian teranyar yang diduga dapat memicu lonjakan kasus mendatang.

Saat dunia masih memerangi varian Omicron BA.2 yang sangat menular, China kembali melaporkan bahwa pejabat kesehatan di negara tersebut mulai mendeteksi subtipe baru dari varian omicron. Menurut laporan utama, subtipe baru itu tidak cocok dengan laporan sebelumnya yang menyebabkan virus corona di China maupun yang dikirimkan ke GISAID.

Tidak Ada Koneksi Dengan XE Mutan yang Baru Terdeteksi

Dikutip dari laman The Health Site, bicara tentang asal usul subtipe, para ahli telah menyatakan bahwa subtipe ini diyakini telah berevolusi dari strain BA.1.1 dari varian Omicron. Lantas, apakah subtipe baru Omicron mirip dengan mutan XE yang baru terdeteksi yang telah dilaporkan dari Inggris? Para ahli menepisnya dan menyebut ini adalah varian baru yang berbeda.

"Subtipe baru yang ditemukan di China tidak terkait dengan 'XE' mutan COVID-19 baru dari varian Omicron yang diperingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," tulis laporan tersebut.

Menurut laporan, subtipe baru Omicron telah diidentifikasi di Suzhou. Suzhou di Provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, yang berbatasan dengan Shanghai, menemukan pasien penyakit virus corona yang dikonfirmasi terinfeksi dengan mutasi VOC/Omicron varian BA.1.1.

Ilustrasi COVID-19/virus corona

Ilustrasi COVID-19/virus corona

Photo :
  • Freepik