Tak Sempat Sahur? Perhatikan Tanda Berbahaya Ini

Ilustrasi wanita/sedih.
Ilustrasi wanita/sedih.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VIVA – Sahur menjadi salah satu momen penting untuk memulai puasa ramadhan agar tubuh mendapat energi yang mencukupi sehingga tetap mampu beraktivitas. Sayangnya, tak sedikit yang kesulitan bangun sahur hingga akhirnya tak sempat mengonsumsi sumber nutrisi apa pun hingga subuh tiba. Apa dampaknya pada tubuh?

Sebenarnya, sahur bisa disejajarkan sebagai sarapan di saat hari-hari tak berpuasa. Makan di pagi hari sendiri sudah terbukti memberi manfaat bagi tubuh agar tetap mampu fokus dan aktif beraktivitas.

Hanya saja, waktu sahur yang cenderung dini hari, membuat sebagian umat muslim sulit terbangun. Padahal, dampaknya tak main-main pada tubuh yang kekurangan nutrisi ketika berpuasa.

"Jika tidak sahur, gula darah drop dan gejalanya biasa sakit kepala akhirnya enggak nyaman. Hipoglikemia juga bisa picu mual muntah. Buat mereka yang karena suatu hal tidak sahur, bukan karena sengaja memang benar-benar harus perhatikan. Kalau tubuh enggak kuat, sebaiknya tidak lanjutkan puasa," tutur Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dalam acara Hidup Sehat, tvOne, beberapa waktu lalu.

Ilustrasi puasa.

Ilustrasi puasa.

Photo :
  • U-Report

Untuk sahur, kata Prof Ari, sebenarnya tak butuh porsi makanan yang banyak namun cukup berkualitas dan memenuhi semua kebutuhan tubuh mulai dari karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. Salah satu pilihan apabila terlambat bangun dan waktu sahur terbatas, bisa memilih kurma.

"Kalau bangun telat dan waktu terbatas, konsumsi air putih dan paling mudah kurma beberapa butir. Ada unsur mineral dan gula. 1 butir telur baik kalau tidak mungkin makan nasi. Paling tidak ada yang dikonsumsi," bebernya.