PeduliLindungi Diakses Banyak Orang, Data Bisa Bocor?

PeduliLindungi
Sumber :
  • PeduliLindungi

VIVA – Kementerian Kesehatan RI mulai merilis platform layanan integrasi kesehatan dengan sebutan Indonesia Health Service (IHS). Salah satu keunggulan platform terbaru ini nantinya bisa terkoneksi dengan PeduliLindungi serta riwayat pengobatan lainnya dari berbagai fasilitas rumah sakit yang bisa diakses oleh banyak orang. Lantas, amankah data-data yang ada?

img_title Respons Menohok Wamenkes hingga Airlangga soal Rp200 T Lari ke Luar Negeri buat Berobat

Kemenkes tengah menyuarakan pentingnya deteksi dini yang diaplikasikan melalui IHS tersebut. Di platform tersebut berisi berbagai layanan kesehatan mulai dari COVID-19, layanan rekam medis, hingga fasilitas laboratorium.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait rekam medis sendiri, Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan RI Setiaji menyebut bahwa tiap individu bisa melihat data pribadinya. Tak hanya itu, di platform ini pun dapat dilihat riwayat rekam medis dari anggota keluarganya 

img_title Di Hari Ulang Tahun Prabowo ke-75, Jokowi Mendoakan Kesehatan Presiden

"Nantinya masyarakat bisa mengakses data individunya sendiri, termasuk family-nya. Misalnya anak kita nanti akan imunisasi BCG, campak, dan lain sebagainya nanti itu sertifikat vaksinnya, imunisasinya, juga akan muncul di dalam aplikasi yang mereka miliki," ujar Setiaji dalam konferensi pers virtual Kemenkes, Senin 25 April 2022.

Lebih lanjut, riwayat pengobatan pasien di platform ini juga akan dipantau secara detail karena setiap fasilitas kesehatan akan terintegrasi. Maka, individu tersebut nantinya tak perlu mengisi formulir saat akses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang sudah tersimpan di IHS.

img_title Tak Harus Selalu ke Luar Negeri, Layanan Medis di Indonesia saat ini Terus Berkembang

Ada pun, data di platform ini bersifat tertutup dan terbuka. Dalam artian, data terbuka hanya menampilkan jumlah seperti angka kasus COVID-19 saat ini. Data tersebut akan tetap ada di rumah sakit, namun hanya kesimpulannya yang diambil sebagai gambaran kesehatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Data itu tetap ada di masing-masing rumah sakit, paling yang kita ambil hanya resume medis untuk peningkatan layanan kesehatan, nah selain ada pada aplikasi yang dipegang masing-masing individu tadi. Kalau secara publik bukan data pribadi yang kita share tetapi yang sifatnya agregat," tuturnya.

Sementara data tertutup berarti hanya milik individu tersebut maupun keluarganya yang hanya bisa diakses pihak tertentu. Sehingga, Setiaji menegaskan data-data itu tak akan bocor alias aman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut