7 Gejala Tipes yang Harus Diperhatikan Sebelum Terjadi Komplikasi
- Pexels/Andrea Piacquadio
6. Mual dan Muntah
Mual
- Times of India
Mual dan muntah adalah gejala tipes yang biasanya menyerang orang dewasa sebagai bentuk peradangan dari sistem pencernaan. Saat bakteri penyebab tipes menginfeksi dinding lambung dan usus, sistem imun akan merespons serangan ini dengan mengirimkan sinyal ke dalam otak untuk menghadirkan rasa mual.Â
Otak kemudian akan memicu organ pencernaan untuk memproduksi lebih banyak cairan yang membuat perut akan terasa lebih nyaman. Akhirnya, kamu akan merasa mual dan muntah. Artinya, mual dan muntah adalah reaksi alami tubuh untuk mengeluarkan racun dan bakteri dari sistem pencernaan.Â
7. Berkeringat
Berkeringat saat tidur
- http://tipskesehatanmu99.blogspot.com
Muncul keringat masih ada kaitannya dengan gejala tipes. Ketika kamu demam, suhu tubuh akan meningkat sehingga kamu akan merasa panas. Untuk mengeluarkan panas dari dalam, otak akan memerintahkan kelenjar keringat supaya mengeluarkan cairan melalui pori-pori sebagai bentuk untuk mengembalikan tubuh ke suhu normal.Â
Pengobatan Tipes
Ilustrasi penderita tipes.
- vstory
Cara yang paling cepat dan efektif dalam mengatasi tipes adalah dengan memberikan terapi antibiotik. Selain itu, mengonsumsi obat penurun demam juga dapat diberikan untuk menurunkan suhu tubuh. Pengobatan tifus dapat dilakukan di rumah sakit, tapi bila gejala masih ringan dan terdeteksi lebih cepat, maka perawatan dapat dilakukan di rumah.Â
Komplikasi Tipes
Penyakit tipes
- U-Report
Penyakit tipes ini bisa mengakibatkan komplikasi bila tidak segera ditangani dengan baik. Perdarahan atau terbentuknya lubang di bagian usus akan menjadi komplikasi yang cukup parah. Kemudian, ada radang otot jantung, radang selaput jantung, radang paru-paru, radang pankreas, infeksi ginjal, sampai infeksi kandung kemih.Â
Pencegahan Tipes
Ilustrasi sakit tipes.
- U-Report
Pencegahan tipes dapat dilakukan dengan vaksinasi. Di Indonesia sendiri vaksinasi tifoid adalah imunisasi yang diharuskan oleh pemerintah, walaupun demikian vaksin ini belum masuk ke dalam kategori wajib. Vaksin tifoid diberikan kepada anak yang telah berusia di atas dua tahun dan diulang setiap tiga tahun.Â
Vaksin ini diberikan dalam bentuk suntik untuk balita dan oral pada anak yang berusia di atas 6 tahun. Layaknya vaksin lain, vaksin ini tidak akan memberikan perlindungan 100 persen anak yang telah diimunisasi tifoid tetap rentan terserang infeksi. Namun, tingkat infeksi yang akan dialami oleh anak yang sudah divaksinasi tidak akan seburuk yang belum divaksin.Â